Scroll to Top
JKN, Investasi Kesehatan Keluarga Bagi Yantina
Posted by maxfm on 30th Desember 2025
Yantina Tanggu Hana (37), seorang ibu asal Soru, Kecamatan Umbu Ratu Nggay, Kabupaten Sumba Tengah, saaat mendampingi anaknya yang sedang sakit [Foto: ISTIMEWA]

MaxFM Waingapu, SUMBA – Kehadiran Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan BPJS Kesehatan menjadi bukti nyata bahwa akses layanan kesehatan yang terjangkau dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat, tanpa terkecuali. Hal ini dirasakan langsung oleh Yantina Tanggu Hana (37), seorang ibu asal Soru, Kecamatan Umbu Ratu Nggay, Kabupaten Sumba Tengah.

Sebagai seorang ibu, Yantina tidak bisa menyembunyikan rasa panik saat pertama kali mengetahui gangguan kondisi kesehatan yang anaknya alami. Awalnya, ia mengira sakit yang dialami Rambu Mora Lambu (6) hanyalah gejala ringan. Namun, ketika Rambu mulai muntah-muntah, Yantina sadar bahwa putrinya membutuhkan penanganan medis segera.



“Kami segera membawa Rambu ke rumah sakit untuk pemeriksaan. Setelah diperiksa, Dokter mengatakan anak saya terkena tipes. Puji Tuhan, saya tidak merasa khawatir lagi tentang biaya rumah sakit karena kami sekeluarga sudah punya JKN semua”, ungkap Yantina.

Selama masa perawatan, Yantina mengaku pelayanan yang diterima sangat memadai. Ia tidak merasakan adanya perbedaan yang anaknya terima selama dirawat. Putrinya mendapatkan pelayanan medis dengan baik.

“Sejak awal kami tiba, anak saya langsung ditangani dengan cepat. Dokter memberikan penjelasan yang jelas tentang kondisi kesehatan Rambu, sementara perawat juga selalu sigap membantu setiap kebutuhan. Tidak ada sedikit pun perasaan dibedakan antara dengan pasien-pasien lainnya. Anak saya mendapatkan obat dan tindakan sesuai kebutuhan, semuanya menurut saya sudah diberikan dengan sepenuh hati”, jelas Yantina.

Sebagai seorang pegawai, kepesertaan Yantina pada Program JKN dilakukan dengan pemotongan gaji setiap bulan. Menurutnya, manfaat yang dirasakan sebagai peserta JKN sangat jauh lebih besar daripada jumlah iuran yang dikeluarkan yang setiap bulannya langsung dipotong dari gajinya.

“Kadang ada orang yang menganggap potongan gaji itu membebani. Tapi bagi saya, ini adalah investasi untuk kesehatan keluarga. Waktu anak saya sakit, barulah terasa betapa besar manfaatnya,” tegas Yantina.



Ia menekankan, iuran JKN yang dibayarkan tidak sebanding dengan rasa ketenangan serta aman yang dirasakan saat menghadapi kondisi darurat Kesehatan.

“Ini seperti tabungan gotong royong. Saat kita sehat, kita membantu orang lain. Saat sakit, kita sendiri yang merasakan manfaatnya,” tambah Yantina.

Setelah menjalani beberapa hari perawatan, kondisi Rambu kini berangsur membaik. Yantina mengaku sangat lega melihat putrinya kembali ceria dan bisa bermain seperti sedia kala.

“Anak saya sekarang sudah jauh lebih sehat. Saya sangat bersyukur, bukan hanya karena Rambu pulih, tetapi juga karena kami tidak terbebani biaya. Semua ini berkat JKN,” ujar Yantina.




Yantina juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pemerintah dan BPJS Kesehatan yang telah menghadirkan program JKN. Menurutnya, program ini menjadi jawaban bagi keresahan masyarakat yang takut berobat karena biaya.

“Kita tidak pernah tahu kapan sakit datang. Jangan tunggu sampai sakit baru menyesal karena tidak terdaftar atau menunggak iuran JKN. Bagi saya, JKN ini penyelamat keluarga,” tutup Yantina. (GC/vd)

Show Buttons
Hide Buttons