
MaxFM Waingapu, SUMBA – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Waingapu terus berkomitmen meningkatkan kinerja pelayanan dan kelancaran arus barang, keselamatan, serta keamanan pelayaran. Sebagai gerbang (gateway) dan hub pelayaran internasional dan domestik, Pelabuhan Waingapu dituntut untuk terus beradaptasi dengan era digital.
Kepala KSOP Waingapu, Fadly Afand Djafar, menjelaskan bahwa salah satu tantangan utama dalam kelancaran arus barang adalah pengoperasian truk pengangkut barang yang masuk dan keluar pelabuhan. Kepadatan jumlah truk di dalam pelabuhan kerap menimbulkan kemacetan yang berdampak pada ketidakefisienan logistik.
“Sebagaimana kita pahami bersama, dampak dari pengoperasian truk yang tidak lancar adalah kemacetan. Untuk itu, manifestasi nyata dari konsep Smart Port dan digitalisasi adalah pengembangan STID (Sistem Terminal Informasi Darat),” ujar Fadly, saat Luncurkan STID dan SIMON TKBM di Kantor KSOP Waingapu, Kamis 9 April 2026.
STID merupakan sistem elektronik pendataan truk yang beroperasi di pelabuhan, yang juga menunjang Truck Booking System dan Terminal Operation System. Bersamaan dengan itu, SIMON TKBM (Sistem Informasi Monitoring Tenaga Kerja Bongkar Muat) juga diimplementasikan.
Langkah Nyata Transformasi Digital
Pelaksanaan STID dan SIMON TKBM merupakan langkah nyata pihak regulator bersama operator dalam mendorong transformasi digital layanan kepelabuhanan yang lebih efisien, transparan, dan akuntabel. Sistem ini tidak hanya memperkuat tata kelola tenaga kerja bongkar muat dan kelancaran arus logistik, tetapi juga memberikan kepastian layanan bagi pengguna jasa.
Bagi Badan Usaha Pelabuhan, PT. Pelindo (Persero), implementasi ini menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kinerja operasional, mengoptimalkan pendapatan, serta membangun ekosistem pelabuhan yang profesional dan berdaya saing.
Fadly menegaskan, Pelabuhan Waingapu More Than Ready untuk angkutan ekspor impor, khususnya komoditas unggulan seperti udang dan gula dari Sumba Timur ke pasar internasional.
Multiplier Effect untuk Daerah dan Negara
Lebih dari itu, sistem ini memberikan multiplier effect yang signifikan, mulai dari kelancaran arus logistik, peningkatan produktivitas, hingga tumbuhnya aktivitas ekonomi di sekitar daerah hinterland pelabuhan.
“Dampak lanjutan yang diharapkan adalah kontribusi nyata terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui kewajiban pemilik angkutan darat untuk membayar pajak kendaraan. Selain itu, optimalisasi layanan dan perputaran ekonomi yang semakin kuat juga mampu meningkatkan deviden negara dalam bentuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan sharing profit atas kerjasama pemanfaatan aset BMN,” jelasnya.
Sinergi Seluruh Stakeholder
KSOP Waingapu yang merupakan bagian dari Kementerian Perhubungan mendorong sinergi seluruh stakeholder, termasuk TNI, Polri, Kejaksaan, BUP Pelindo, perusahaan pelayaran, pelaku usaha jasa pengurusan transportasi, koperasi TKBM, dan pemerintah daerah.
“Kami berharap implementasi ini berjalan konsisten dan berkelanjutan demi mewujudkan pelabuhan yang berdaya saing, berdampak luas bagi pembangunan daerah, dan memberikan manfaat nyata bagi kelancaran arus logistik nasional,” pungkas Fadly Afand Djafar. [HD]








