
MaxFM, Waingapu – Jumlah anak dibawah lima tahun (Balita) di Kabupaten Sumba Timur yang berhasil ditimbang dalam kegiatan operasi timbang selama Februari 2022 mencapai 22.449 Balita dari 23.326 Balita di Kabupaten Sumba Timur.
Total Balita yang berhasil ditimbang tahun 2022 ini mencapai 94,6 persen atau meningkat dari operasi timbang Agustus tahun 2021 silam yang hanya berhasil menimbang 83 persen Balita.
Dimana jumlah Balita di Sumba Timur pada Agustus 2021 lalu sebanyak 23.774 Balita dan yang berhasil ditimbang sebanyak 19.803 Balita.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Timur, Martinus Djurumbaha menyampaikan hal ini saat ditemui MaxFM di ruang kerjanya Selasa (29/03/2022).
Tinus menjelaskan dari jumlah Balita yang berhasil ditimbang pada Februari 2022 terdapat 4.695 Balita yang masuk dalam kategori stunting atau 20,9 persen dari jumlah Balita di Sumba Timur.
Jumlah Balita stunting di Sumba Timur ini menurutnya meningkat 1,8 persen dari data Agustus tahun 2021 lalu.
Dimana pada Agustus 2021 lalu jumlah Balita yang masuk kategori stunting sebanyak 3.774 Balita atau 19,1 persen.
Namun menurut Tinus, angka stunting pada Agustus 2021 lalu bisa jadi lebih besar dari 20 persen jika tingkat capaian timbang-ukur Balita sama dengan capaian timbang-ukur pada Februari 2022 lalu.

“Prosentase timbang kita di Februari 2022 juga meningkat dari 83 persen di Agustus 2021 menjadi 94,6 persen sehingga kalau jumlah Balita yang ditimbang sama banyak pada Agustus 2021, bisa jadi angka stunting lebih tinggi dari 20 persen,” ungkapnya.
Mengenai langkah antisipasi dan pencegahan ke depan, mantan Kepala Bidang P2P Dinkes Kabupaten Sumba Timur ini menjelaskan sesuai dengan hasil pertemuan bersama Wakil Bupati Sumba Timur, David Melo Wadu, ST dan dinas teknis terkait, sudah ditegaskan kepada semua sektor terkait untuk mengambil peran maksimal pada bagian masing-masing.
“Saya yakin kalau semua mengerjakan perannya secara maksimal, masalah stunting bisa kita perbaiki dan tekan angkanya,” tegasnya.
Untuk Dinkes sendiri, Tinus menjelaskan pihaknya sudah memulainya dengan mengedukasi remaja putri untuk memperhatikan kesehatannya sejak dini agar nantinya saat berkeluarga tidak melahirkan lagi generasi stunting.(ONI)








