Scroll to Top
Turunkan Level PPKM, Pemerintah Butuh Dukungan Semua Masyarakat Sumba Timur
Posted by maxfm on 31st Juli 2021
| 1181 views
Wakil Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumba Timur, Domu Warandoi, SH., M.Si. [Foto: Heinrich Dengi]

MaxFM, Waingapu – Pemerintah Kabupaten Sumba Timur membutuhkan dukungan seluruh masyarakat Sumba Timur untuk dapat menurunkan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) saat ini dari level IV ke level yang lebih rendah. Tanpa dukungan seluruh masyarakat, segala upaya pemerintah tidak akan membuahkan hasil maksimal.



Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumba Timur Domu Warandoi, SH., M.Si menyampaikan hal ini kepada MaxFm melalui sambungan telepon dengan Radio Max 96.9 Fm Waingapu, Kamis (29/07/2021). Menurutnya banyak pembatasan dan penyekatan yang dilakukan pemerintah dalam melaksanakan PPKM level IV ini akan sia-sia jika tidak didukung oleh seluruh masyarakat Sumba Timur.

“Seberapa kuat pemerintah, TNI/Polri, Satgas Covid-19 melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan 5M (protokol kesehatan) tidak akan berhasil jika masyarakat masih tidak taat,” ungkapnya.

Atas nama pemerintah, Domu Warandoi yang juga adalah salah satu wakil ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumba Timur menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Sumba Timur karena dalam dua pekan ini harus menghadapi sejumlah pembatasan dan penyekatan di ruang publik karena PPKM level IV.




“Mohon maaf sekali karena kami pemerintah melakukan ini untuk kebaikan kita bersama. Jadi dukungan seluruh masyarakat akan mempercepat waktu pembatasan dengan status level IV ini,” ungkapnya.

Mantan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sumba Timur ini menambahkan sebagai daerah yang melaksanakan PPKM level IV, pemerintah Kabupaten Sumba Timur telah menetapkan sejumlah perubahan dari Surat Edaran Bupati Sumba Timur sebelumnya terkait PPKM. Dimana untuk semua sekolah dilakukan pembelajaran secara daring, kegiatan ibadah juga dilakukan secara daring, dan instansi pemerintah hanya boleh 25 persen yang bekerja dari kantor.

“Pasar, toko, mini market, swalayan kita tidak hanya batasi waktu bukanya (05.00 – 12.00 Wita dan 16.00 – 20.00 Wita), tetapi juga dikontrol jumlah pengunjung nya agar protokol kesehatan tetap dilaksanakan secara tertib,” urainya.



Sementara itu untuk warung makan, restoran hingga kafe menurutnya semuanya tidak diperkenankan untuk melayani makan/minum di tempat sehingga hanya boleh melayani bungkus untuk dibawa pulang ke rumah.

“Tidak boleh makan atau minum di tempat karena pasti buka masker dan itu tidak boleh,” tegasnya.

Mantan Sekretaris Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumba Timur ini juga mengungkapkan dimasa PPKM level IV ini, pemerintah tidak hanya melakukan pengetatan untuk pelaku perjalanan yang masuk melalui bandar udara maupun pelabuhan laut, namun juga melalui jalan darat yang wajib menunjukkan surat vaksin minimal dosis pertama dan hasil rapid antigen negatif yang diambil maksimal 1×24 jam sebelum masuk ke wilayah Sumba Timur. Dimana dua pos jaga disiagakan di wilayah utara dan juga barat untuk memastikan ini dilaksanakan dengan baik dan maksimal.

“Mohon maaf sekali kalau ada masyarakat yang tidak bisa menunjukkan ledua surat ini, petugas pasti akan suruh pulang, karena petugasnya siaga 24 jam setiap harinya,” tegasnya.




Terkait pelaksanaan vaksinasi, Mantan Asisten Pemerintahan Setda Kabupaten Sumba Timur ini menguraikan petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Timur sedang berada di Kupang untuk menjemput vaksin sehingga diharapkan setelah vaksinnya tiba di Kabupaten Sumba Timur, pelaksanaan vaksin di 24 Puskesmas yang ada di Kabupaten Sumba Timur bisa kembali digencarkan.

“Vaksinnya sampai kita akan langsung distribusikan ke Puskesmas-Puskesmas agar ditingkatkan angka vaksinasi kita yang baru 12 persen lebih saat ini,” tandasnya.(TIM).

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons