
MaxFM Waingapu, SUMBA – Sumba Timur memiliki kekayaan sektor kelautan dan perikanan yang luar biasa, dengan panjang garis pantai mencapai 433,6 km yang mencakup 15 kecamatan pesisir dan 56 desa pesisir di dalamnya.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sumba Timur, Yohanis Njurumana, dalam talksow di Radio MaxFM Waingapu, Sabtu, 18 April 2026 sore, menegaskan bahwa sektor ini bukan hanya penyokong ekonomi, melainkan telah menjadi pondasi utama pembangunan daerah Sumba timur di masa depan.
Yohanis Njurumana bilang salah satu proyek strategis nasional yang tengah menjadi fokus adalah pembangunan tambak udang terintegrasi seluas 2.100 hektar di Desa Palakahimbi, Kecamatan Pandawai.
“Meskipun progres fisiknya saat ini baru mencapai sekitar 1,2% pada April 2026, pemerintah menargetkan dua kluster pertama proyek raksasa ini sudah dapat beroperasi pada akhir tahun 2027,” ujarnya.
Di sektor perikanan tangkap tambah Kadis Perikanan Yohanis, potensi ikan di laut Sumba Timur mencapai 62.000 ton per tahun, namun saat ini pemanfaatannya baru sekitar 16 % atau 10.335 ton.
“Minimnya sarana prasarana seperti pelabuhan perikanan, pabrik es, dan cold storage diakui menjadi kendala utama dalam menarik minat investor skala besar untuk masuk,” ujar Kadis Perikanan Yohanis Njurumana.
Potensi kelautan yang lain masih penjelsaan Kadis Yohanis adalah komoditas rumput laut yang kini menjadi ikon unggulan Sumba Timur dan masuk dalam agenda strategis pemerintah pusat. Kehadiran PT Astil Algai Sumba Timur Lestari sebagai BUMD pengolahan rumput laut kata dia menjadi bukti eksistensi daerah dalam mengembangkan industri dari hulu ke hilir yang mulai dilirik oleh berbagai investor internasional.
Sektor perikanan juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat Sumba Timur dengan melibatkan sekitar 3.588 rumah tangga perikanan (RTP) di bidang rumput laut.
“Perputaran uang dari produksi rumput laut di tingkat pembudidaya diperkirakan mencapai angka 60 hingga 80 miliar rupiah, sebuah angka yang sangat signifikan bagi ekonomi kerakyatan,” paparnya.
Terkini penjelasan Kadis Perikanan Sumba Timur Yohanis Njurumana, pemerintah juga sedang memperluas jangkauan program Kampung Nelayan Merah Putih ke berbagai desa pesisir lainnya. Setelah wilayah Temu dan Salura diverifikasi, pemerintah kini sedang mengusulkan desa-desa lain seperti Palakahimbi, Wanga, dan Tarimbang untuk menjadi sentra pertumbuhan ekonomi baru bagi nelayan.
Selain laut, kata dia, potensi perikanan air tawar melalui kolam rakyat, embung, dan danau juga terus digenjot. Pada tahun ini, pemerintah menyiapkan sekitar 300.000 benih ikan jenis nila, lele, dan emas untuk memenuhi tingginya antusiasme masyarakat serta persiapan menyuplai kebutuhan program gizi nasional.
Namun, pengembangan sektor perikanan air tawar dalam pengamatannya masih menghadapi tantangan besar terkait perubahan mindset dan budaya kerja masyarakat. Pemerintah terus mengedukasi nelayan agar beralih dari sekadar mencari ikan untuk bertahan hidup sehari-hari menjadi pengusaha perikanan yang profesional dengan armada yang lebih memadai. [HD]








