Scroll to Top
Dinkes Terus Salurkan Vaksin ke Puskesmas
Posted by maxfm on 1st Juli 2021
| 352 views
Salah seroang warga SUmba Timu rmendapat Vakasinasi Covid-19 yang pertama di Gedung MPL Payeti [Foto: Heinrich Dengi]

MaxFM, Waingapu – Pemerintah Kabupaten Sumba Timur melalui Dinas Kesehatan terus mendistribusikan vaksin Covid-19 ke Puskesmas-Puskesmas yang ada di Sumba Timur untuk terus melakukan vaksinasi kepada pelayan publik. Total vaksin yang masih ada di gudang obat Dinas Kesehatan saat ini sebanyak 330 vial atau 3.300 dosis.




Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Timur, Jonker Telnoni, S.KM menyampaikan hal ini kepada MaxFm melalui pesan WhatsApp, Rabu (1/7/2021). Dijelaskannya distribusi vaksin ke Puskesmas-Puskesmas ini terus dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan permintaan dari Puskesmas.

“Puskesmas sebagai tempat pelaksanaan vaksin, jadi kita tunggu permintaan dari Puskesmas masuk kita layani sesuai ketersediaan vaksin,” jelasnya.

Dijelaskannya untuk Kamis (1/7/2021) jumlah vial vaksin yang didistribusikan sebanyak 168 vial atau 1.680 dosis yang didistribusikan ke lima Puskesmas yakni Puskesmas Melolo sebanyak 50 vial, Puskesmas Baing sebanyak 20 vial, Puskesmas Nggoa 30 vial, Puskesmas Tanaraing 20 vial dan Puskesmas Lewa 48 vial.




“Satu vial ada 10 dosis, jadi tinggal dikalikan 10 untuk setiap pengiriman,” jelasnya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Timur, Jonker Telnoni, SKM [Foto: Heinrich Dengi]

Terkait pelayanan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Sumba Timur hingga saat ini, Jonker menjelaskan untuk dosis pertama total yang sudah mendapatkan vaksin untuk semua kategori sebanyak 14.515 dosis, sedangkan untuk dosis kedua baru sebanyak 4.435 dosis yang sudah disuntikkan.



Diuraikannya untuk Nakes dosis pertama ada 2.035 sedangkan dosis kedua sebanyak 1.851. Kemudian untuk kategori Lansia dosis pertama 589, dosis kedua 133. Pelayan publik dosis pertama 9.190 dan dosis kedua 2.440, serta untuk masyarakat umum dosis pertama sebanyak 2.701 dan dosis kedua sebanyak 11 dosis.

Mengenai perbedaan antara dosis pertama dan kedua yang cukup signifikan, Jonker menguraikan karena program vaksinasi Covid-19 saat ini masih berjalan dan belum selesai untuk dosis pertamanya sehingga masih bisa dilakukan setiap hari. Sedangkan untuk dosis kedua sendiri perlu ada jedah waktu antara suntikan dosis pertama dan juga dosis kedua.



“Rentang waktu untuk dosis pertama dan kedua kan ada vaksin Sinovac yang dua minggu sampai satu bulan. Namun ada juga vaksin Astrazeneca yang jaraknya harus tiga bulan untuk suntikkan dosis keduanya, sehingga terjadi perbedaan yang cukup signifikan antara jumlah dosis pertama dan kedua,” ungkapnya.(TIM)

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons