Scroll to Top
Bupati Perintahkan Tutup Lokasi Drak di Desa Kuta
Posted by maxfm on 14th Juli 2021
| 449 views
Bupati Sumba Timur, Drs. Kristofel Praing, M.Si. [Foto: Heinrich Dengi]

MaxFM, Waingapu – Bupati Sumba Timur, Drs. Khristofel Praing, M.Si memerintahkan pemerintah Desa Kuta dan tim Covid-19 Desa Kuta, Kecamatan Kanatang untuk menutup lokasi drak yang berada di depan SMA Negeri Haharu. Penutupan ini untuk menghindari terciptanya kerumunan dan lahirnya klaster baru penyebaran Covid-19.



Bupati Sumba Timur, Drs. Khristofel Praing, M.Si menyampaikan hal ini melalui sambungan live telepon dengan Radio Max 96.9 FM Waingapu, Selasa (13/7/2021). Dijelaskannya penutupan lokasi drak ini perlu dilakukan karena saat ini kurva penularan Covid-19 di Kabupaten Sumba Timur masih terus meningkat.

“Kepada para pecinta drak sebelumnya saya mohon maaf, tetapi untuk kepentingan masyarakat yang lebih besar, lokasi drag ini untuk sementara kita tutup sampai dengan Covid-19 mereda,” tegasnya.



Ditegaskannya pemerintah daerah sedang melakukan berbagai langkah untuk memutus mata rantai dan menekan angka penularan Covid-19 di Kabupaten Sumba Timur, sehingga dukungan masyarakat menjadi sangat penting untuk keberhasilan langkah pemerintah ini.

“Kalau pemerintah sendiri bekerja tanpa dukungan masyarakat, tidak akan berhasil. Jadi kita ajak masyarakat untuk bersama-sama hadapi Pandemi Covid-19 dengan tertib melaksanakan protokol kesehatan,” tegasnya.




Pada kesempatan tersebut, Mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sumba Timur ini mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepasa tenaga kesehatan (Nakes) di Kabupaten Sumba Timur yang tetap dengan semangat melayani masyarakat do tengah gelombang Pandemi Covid-19 hingga saat ini.

Penanda Penutupan Lokasi Drak – Foto Kiriman Agustinus

Karenanya apa yang sudah dilakukan oleh para Nakes dalam melakukan tracing, testing hingga treatment kepada pasien positif Covid-19 harus didukung juga oleh masyarakat dengan melaksanakan protokol kesehatan yakni memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, hingga berdiam di rumah saja jika tidak memiliki urusan yang penting dan harus dikerjakan diluar rumah atau ruang publik.




Bupati yang akrab disapa KP ini juga mengucapkan terima kasih kepada masyatakat yang secara sadar dan responsif melaporkan adanya kemungkinan kerumunan dari kegiatan drak di depan SMA Negeri Haharu melalui Radio Max 96.9 FM sehingga pemerintah mengetahuinya dan dapat mengambil langkah-langkah penertiban.

“Dukungan masyarakat menjadi penting bagi pemerintah di situasi seperti ini, demi kepentingan kesehatan kita bersama,” tandasnya.




Keputusan untuk menutup lokasi drak ini dilakukan pemerintah Kabupaten Sumba Timur melalui Pemerintah Desa Kuta dan Tim Covid-19 Desa Kuta setelah masuk laporan masyarakat ke Radio Max 96.9 FM Senin (12/7/2021), karena masyarakat melihat adanya aktivitas drak di tengah Pamdemi Covid-19 yang kian meningkat di Sumba Timur saat ini.

Menyikapi hal tersebut, pemerintah daerah mengambil langkah menutup lokasi drak tersebut yang dilakukan sejak Selasa (13/7/2021) hingga batas waktu yang akan ditentukan kemudian mengikuti perkembangan kasus positif Covid-19 di Kabupaten Sumba Timur.(TIM)

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons