Scroll to Top
PPKM Diperpanjang, WFH Dicabut
Posted by maxfm on 18th Juni 2021
| 726 views
Bupati Sumba Timur, Drs. Khristofel Praing, M.Si. [Foto: Heinrich Dengi]

MaxFM, Waingapu – Pemerintah Kabupaten Sumba Timur kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk ke-10 kalinya yang berlaku mulai 15 Juni hingga 28 Juni 2021 mendatang. Dalam PPKM ke-10 ini perubahan mendasarnya hanya pada pencabutan kerja dari rumah atau Work From Home (WFH), sehingga semua Aparatur Sipil Negara (ASN) sudah harus bekerja dari kantor.




Demikian hal ini diatur dalam Surat Edaran Bupati Sumba Timur Nomor Kesra.400/1.078/VI/2021 tertanggal 14 Juni 2021 dan ditandatangani Bupati Sumba Timur, Drs. Khrsitofel Praing, M.Si., tentang perpanjangan PPKM dalam rangka mengendalikan dan meminimalkan penularan transmisi lokal Covid-19 di Kabupaten Sumba Timur.

Pada poin 3 surat edaran ini menjelaskan melihat perkembangan kasus positif Covid-19 di Kabupaten Sumba Timur yang semakin menurun jumlah kasus aktifnya dalam masa pemberlakuan PPKM ke-9. Namun jika dibandingkan dengan kasus aktif nasional dan provinsi, jumlah kasus aktif di Kabupaten Sumba Timur masih lebih tinggi.

Demikian halnya dengan angka kematian yang masih cukup tinggi dibandingkan angka kematian secara nasional maupun provinsi. Sementara angka kesembuhan juga masih dibawah angka rata-rata nasional dan provinsi. Karena itu, pemerintah memutuskan untuk kembali memperpanjang PPKM untuk ke-10 kalinya dengan beberapa perubahan.



Perubahan dalam PPKM ke-10 ini diantaranya adalah pencabutan pemberlakuan bekerja dari rumah atau WFH bagi ASN yang dalam PPKM ke-9 lalu masih ada 50 persen ASN yang bekerja dari rumah, namun dalam PPKM ke-10 ini, ASN sudah bekerja 100 persen dari kantor.

Sementara itu untuk aktivitas perekonomian masih tetap diberlakukan pembatasan waktu aktivitas seperti di pasar tradisional masih harus menjalani buka tutup setiap harinya. Dimana untuk pagi hari dibuka sejak pukul 05.00 Wita hingga pukul 10.00 Wita lalu ditutup dan baru dibuka kembali pukul 15.00 Wita hingga pukul 20.00 Wita.




“Untuk toko, mini market, rumah makan juga hanya boleh beraktivitas hingga pukul 20.00 Wita,” tulisnya.

Aktivitas kegiatan yang sifatnya mengumpulkan banyak orang dan berpotensi menimbulkan kerumunan juga masih dibatasi sepenuhnya dengan melarang managemen hotel yang ada di Sumba Timur untuk menyelenggarakan kegiatan yang melibatkan banyak orang.

Demikian halnya dengan kegiatan-kegiatan seperti pernikahan, maupun acara adat juga masih dilarang pelaksanaannya karena akan berpotensi menyebabkan kerumunan yang dapat juga menyebabkan terjadinya penyebaran transmisi lokal baru.




“Untuk pelaksanaan ibadah tatap muka di rumah-rumah ibadah tetap dilakukan pembahasan 50 persen,” lanjutnya.

Menurunnya kasus aktif di Kabupaten Sumba Timur dinilai sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam upaya penegakan protokol kesehatan di ruang-ruang publik dan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan saat beraktivitas di luar rumah.



“Jumlah kasusnya makin menurun, namun angka kematian masih cukup tinggi. Jadi semua kita harus tetap taat melaksanakan protokol kesehatan,” tambahnya.

Sementara itu data yang dirilis Posko percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Sumba Timur untuk 1 Juni 2021 lalu tercatat ada 76 kasus aktif yang tersebar di sembilan kecamatan dan 22 desa/kelurahan. Selanjutnya angka kesembuhan berada pada 1.320 kasus atau 91,60%, dan angka kasus meninggal sebanyak 45 kasus atau 3,12 persen.



Sedangkan untuk tanggal 14 Juni 2021 tercatat ada delapan kecamatan yang memiliki kasus aktif Covid-19 dan tersebar di 14 desa/kelurahan dengan rincian kasus aktif sebanyak 65 kasus atau 15,15 persen, angka kesembuhan berada pada posisi 92,47 persen atau 1.412 kasus dan kasus meninggal dunia sebanyak 50 kasus atau 3,27 persen. Total kasus positif Covid-19 di Kabupaten Sumba Timur sendiri hingga 14 Juni 2021 sebanyak 1.527 kasus.(ONI)

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons