Scroll to Top
ABK dan Penumpang KM Egon Jalani Skrining di Laut
Posted by maxfm on 28th Juni 2021
| 750 views
Ilustrasi – Kapal Motor Sandar di Pelabuhan Waingapu [Foto: Heinrich Dengi]

MaxFM, Waingapu – Seluruh kru Anak Buah Kapal (ABK) dan penumpang Kapal Motor (KM) Egon harus jalani skrining pemeriksaan rapid antigen di laut sebelum diijinkan sandar di Pelabuhan Nusantara Waingapu, Senin (28/6/2021) pagi. Skrining ini dilakukan karena diketahui ada delapan ABK di kapal tersebut yang sudah dinyatakan positif Antigen.



Hal ini dibenarkan dokter Karantina Kesehatan Pelabuhan (KKP) Laut Waingapu, dr. Hindarti A. Handayani saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, Senin (28/6/2021) pagi. Dijelaskannya saat ini tim dokter dari KKP dan Rumah Sakit Umum Daerah Umbu Rara Meha (RSUD URM) Waingapu masih sedang melakukan skrining di kapal sebelum mengijinkan kapal untuk bersandar ke pelabuhan.

“Masih dilakukan proses untuk tes PCR di RSUD,” jelasnya.




Dr. Handayani juga membenarkan adanya informasi yang tersebar melalui pesan WhatsApp dengan nama KKP Mataram, Ali Sukmajaya bahwa ada salah satu ABK KM Egon yang mengalami gejala sesak napas karena mengidap penyakit paru-paru saat kapal sandar di Pelabuhan Lembar Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (23/6/2021), dan setelah dilarikan ke RSUD Gerung Lombok Barat dan mendapatkan pertolongan medis, ABK bernama Firmansyah tersebut akhirnya meninggal dunia Jumat (25/6/2021) sekitar pukul 04.50 Wita.

“Benar bapak,” jelas dr. Handayani singkat.

Selanjutnya dalam pesan WhatsApp tersebut, jepun klinik langsung melakukan pemeriksaan antigen kepada seluruh ABK KM Egon dan kru darat PT Pelni yang totalnya sebanyak 50 orang yang ditracing Sabtu (26/6/2021) sebelum kapalnya berlayar melanjutkan pelayaran ke Waingapu dan tiba Senin (28/6/2021).



“Hasilnya ada delapan ABK KM Egon yang antigen positif,” tulisnya.

Ketua DPRD Kabupaten Sumba Timur, Ali Oemar Fadaq secara terpisah meminta pemerintah Kabupaten Sumba Timur untuk lebih tegas dalam memastikan masyarakat yang masuk ke Waingapu melalui semua pintu masuk benar-benar tidak membawa Covid-19 dalam tubuh mereka.

Karena itu, pemeriksaan kembali dilakukan kepada crue kapal dan penumpang di laut sebelum kapal bersandar ke pelabuhan, sehingga masyarakat Kota Waingapu dan Sumba Timur umumnya tidak terus dikhawatirkan dengan masuknya warga dari luar Sumba.




“Kita minta pemerintah lebih ketat. Bahkan kalau bisa anak-anak kita (warga Sumba Timur) yanga ada diluar Sumba, apalagi di daratan Jawa jangan dulu pulang kampung,” tandasnya.(TIM)

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons