Scroll to Top
PAMOKOL
Ditulis oleh maxfm on 28th Oktober 2017
| Dilihat 300 kali
Ilustrasi : Yongky H. Suaryono

MaxFM, Waingapu – Dalam kesempatan kumpul-kumpul dengan awak media, si Dio berkeluh kesah: “Kadang saya bingung, kalau kita menyampaikan kenyataan di lapangan tentang kekeringan, ada saja dorang punya kandandak. Bilang kita tukang usil. Kita dianggap sok-sok kritik sana-sini. Apalagi kalau kita sudah ulas warga yang terpaksa cari iwi di hutan. Trus bemana? Apa terus-terus kita tutup-tutupi? Buat berita seolah semuanya baik-baik saja? Begitukan yang dorang mau?”



“Tidak juga begitu kakak. Memang dasar kita orang Sumba pamalas, ya begitu sudah. Tidak mau usaha, maunya tinggal ambil hasil gratis!”, timpal si Die.
Si Dio kontan menyala mendengar komentar sahabatnya itu. Lalu sambil berdiri ia menghadap Die.
+ “Pamalas kau bilang?. Atas dasar apa kau bilang kita pamalas?”
= “Kalau bukan pamalas tidak mungkin kita kelaparan, tiap tahun sengaja masuk hutan cari iwi , supaya diliput wartawan.. Bisa saja mereka berkebun, tanam sayur. Tanam pohon pengganti makanan pokok, seperti jagung dan ubi!”
+”Dasar kau punya.ngali. Kau lihat dulu sikon-nya. Mereka bisa bertahan di sana saja itu sudah perjuangan. Kalau ikut dong punya pamalas maka mati cepat semua. Kondisinya memang untuk dapat air saja susah apaladi bertanam. Jangan gampang-gampang kau bilang orang pamalas!!”
= ” Ya usaha to, supaya dapat air!”
+ ” Usaha ya usaha. Jangan kau kira dorang hanya diam saja. Lha macam kau, jangan cuma omong saja. Nanti giliran mau urusan ‘cari suara’ baru kau mulai dekat-dekat sama dorang”.
= “Tidak kakak, jangan marah-marah na!”
+ “Bukan marah, kadang saya hawas dengan kau punya cara na. Malu sama si Diu kita, diam-diam su cari cara supaya basudara dong di kampung dapat air untuk tanam. NyumuTABRAK TIANG LISTRIK. Read more ... » lihat di Waikudu, nyatanya ketika masalah air su beres dorang jadi petani yang rajin. Biar musim kering ju dorang malah bisa panen.
= “Iya-iya, saya akui itu!”
+ “Mari su sekarang kita pi cari tau Bapa Desa dong mau peresmian Kebun Tebu!”
= ” Biar su kakak!”
+ ” Biar bemana?”
= ” Biar nanti saya pi minta copy naskah pidatonya di Sekdes”.
+ ” Ooo…? Begitu kom cara? Dasar PAMOKOL!”



Waingapu, Oktober 2017
Yongky H. Suaryono
Catatan:
-dong/dorong: mereka
-kandandak: kaget, terhenyak
-iwi/uwi: ubi hutan beracun
-pamalas: pemalas
-pamokol: pemalas
-ngali: bodoh
-sikon: situasi-kondisi
-hawas: jengkel
-nyumu: kamu
-kom cara: kau punya cara /caramu

Print Friendly, PDF & Email
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterEmail this to someone
Berita lainnya:close