Scroll to Top
“Saya Pasrah Apapun Yang Terjadi Dengan Si Kembar”
Posted by maxfm on 17th November 2016
| 743 views

<iframe width="100%" height="600" scrolling="no" frameborder="no" src="https://w.soundcloud.com/player/?url=https%3A//api check out here.soundcloud.com/tracks/293479424&auto_play=true&hide_related=false&show_comments=true&show_user=true&show_reposts=false&visual=true”>

“Andaikan apa yang terjadi dengan anak saya, selama di rawat di Rumah Sakit Sanglah, Bali, saya terima saja,” kata Orpha Dunga Hau , mama dari si kembar Santi dan Sinta yang terkena Hidrosefalus di ujung telpon.

Siang dua hari yang lalu kata Orpha Dunga Hau, saat dirinya membawa ke dua anaknya ke Rumah Sakit Sanglah, Bali dan bertemu salah satu dokter, saya diminta menandatangani pernyataan rangkap dua, garis besar isinya agar saya sebagi orang tua, tidak menuntut dokter yang merawat kedua anaknya di kemudian hari. Dokternya bilang silahkan ibu pertimbangkan, kalau belum ada keputusan tidak apa, dilahkan dipertimbangkan dulu, tetapi saya ambil resiko itu, saya tanda tangan surat pernyataan itu kata Orpha Dunga Hau, demi anak-anak saya Santi dan Sinta.

Sejak awal minggu ini, Senin (14/11/2016) Orpha Dunga Hau, ibu dari si kembar Santi dan Sinta yang terkena Hidrosefalus, asal Tana Wurung, Lambanapu, Kecamatan Kambera, Sumba Timur ini, mengurus secara mandiri segala hal yang berhunungan dengan pemeriksaan anaknya di RS Sanglah Bali.

“Memang hari Jumat lalu (11/11/2016) saya dibantu Dokter Ervan Suryanti dari RSUD Umbu Rara Meha Waingapu untuk mendaftar di RS Sanglah, setelah itu mulai hari Senin, saya berusaha sendiri mengurus semua hal di Rumah Sakit,” jelas Orpha Dunga Hau, yang selama ini hanya bepergian di sekitar Sumba Timur saja dan ini kali pertama dirinya keluar Sumba.

“Hari Senin itu lihat matanya, tadi bagian telinga lagi, baru abis telinga ini suruh kembali lagi periksa mata, abis itu lagi suruh kembali pergi bilang apa sudah itu arti kembang, besok baru saya tanya, pigi di kembang dorang bilang, baru dorang bilang tanggal 17 baru USG bilang, saya juga tidak tahu, tidak mengerti juga itu USG,” kata Orpha Dunga Hau saat dihubungi per telpon Rabu (16/11/2016).

Masih kata Orpha Dunga Hau, setelah selesai pemeriksaan USG, Santi dan Sinta baru akan kembali diperiksa dokter Ahli Bedah setelah itu baru dapat tahu tentang rencana selanjutnya.

Dari Lambanapu, Waingapu, bapak dari kembar Santi dan Sinta Yulius Wuku Lalupanda lewat pembicaraandi telpon kata Orpha Dunga Hau hanya berpesan “Berdoa saja, apa yang ko dengar jangan cepat putus asa, kau berdoa dan kuatkan iman”.

Tambah Orpha Dunga Hau, selama beberapa hari di Bali, ada beberapa anak Sumba yang datang mengunjungi si Kembar di penginapan, antara lain kakak petinju Kornelis Kwangu Langu yang datang hari Minggu yang lalu lihat Santi dan Sinta, juga ada Rambu Yana yang datang melihat kami. Kami senang sekali dikunjungi sodara di sini, biar kami tidak terlalu bingung, bisa sedikit curhat dan mereka memberikan penghiburan kepada saya, kepada kembar, dan tantenya kembar.

Kata Orpha Dunga Hau, dirinya berterimakasih yang sebesarnya untuk segala doa, penghiburan, perhatian yang diberikan banyak orang, juga terimakasih atas berbagai donasi yang sudah diberikan kepada anak-anaknya. Tuhan kiranya membalas segala budi baik donatur.

Print Friendly, PDF & Email