Scroll to Top
“Saya Pasrah Apapun Yang Terjadi Dengan Si Kembar”
Posted by maxfm on 17th November 2016
| 1451 views
<iframe width="100%" height="600" scrolling="no" frameborder="no" src="https://w.soundcloud.com/player/?url=https%3A//api check out here.soundcloud.com/tracks/293479424&auto_play=true&hide_related=false&show_comments=true&show_user=true&show_reposts=false&visual=true”>

“Andaikan apa yang terjadi dengan anak saya, selama di rawat di Rumah Sakit Sanglah, Bali, saya terima saja,” kata Orpha Dunga Hau , mama dari si kembar Santi dan Sinta yang terkena Hidrosefalus di ujung telpon.

Siang dua hari yang lalu kata Orpha Dunga Hau, saat dirinya membawa ke dua anaknya ke Rumah Sakit Sanglah, Bali dan bertemu salah satu dokter, saya diminta menandatangani pernyataan rangkap dua, garis besar isinya agar saya sebagi orang tua, tidak menuntut dokter yang merawat kedua anaknya di kemudian hari. Dokternya bilang silahkan ibu pertimbangkan, kalau belum ada keputusan tidak apa, dilahkan dipertimbangkan dulu, tetapi saya ambil resiko itu, saya tanda tangan surat pernyataan itu kata Orpha Dunga Hau, demi anak-anak saya Santi dan Sinta.

Sejak awal minggu ini, Senin (14/11/2016) Orpha Dunga Hau, ibu dari si kembar Santi dan Sinta yang terkena Hidrosefalus, asal Tana Wurung, Lambanapu, Kecamatan Kambera, Sumba Timur ini, mengurus secara mandiri segala hal yang berhunungan dengan pemeriksaan anaknya di RS Sanglah Bali.

“Memang hari Jumat lalu (11/11/2016) saya dibantu Dokter Ervan Suryanti dari RSUD Umbu Rara Meha Waingapu untuk mendaftar di RS Sanglah, setelah itu mulai hari Senin, saya berusaha sendiri mengurus semua hal di Rumah Sakit,” jelas Orpha Dunga Hau, yang selama ini hanya bepergian di sekitar Sumba Timur saja dan ini kali pertama dirinya keluar Sumba.

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons