Scroll to Top
Diskusi Yang Ideal Itu Bagaimana?
Posted by Frans Hebi on 21st Januari 2015
| 4561 views
Nara Sumber Tetap Acara Bengkel Bahasa Max FM, Frans  Wora Hebi
Nara Sumber Tetap Acara Bengkel Bahasa Max FM, Frans Wora Hebi

MaxFm, Waingapu – Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia susunan Poerwadarminta, diskusi adalah perundingan untuk bertukar pikiran (bahas membahas) tentang suatu masalah. (P,N. Balai Pustaka 1976, hlm 254).

Sedangkan J. S. Kamdhi dalam buku Diskusi Yang Efektif, Penerbit Kanisius, hakekat diskusi merupakan sarana yang paling efektif sebagai pengasah pola pikir kritis, logis, sistematis dan analisis. Dengan demikian tradisi intelektual dapat ditumbuhkembangkan. (hlm 11). Lebih lanjut dijelaskan, diskusi adalah suatu proses berpikir bersama untuk memahami suatu masalah, menemukan sebab-musababnya, serta mencari pemecahannya.

Dalam diskusi akan terjadi komunikasi timbal-balik di mana akan tercapai mufakat dalam nuansa kebersamaan. Dan ini hanya akan tercapai jika ada pengakuan, penghargaan dan penerimaan terhadap keunikan yang lain. Di lain pihak berpikir bersama mengandaikan kepekaan dan kepedulian untuk bersama-sama mengakui suatu realitas yang benar atau yang mengingkarinya.

Hakekat proses berpikir bersama, terjadi suatu kegiatan yang bergerak menuju pengetahuan  baru berdasarkan pengetahuan yang dimiliki. Ada suatu perkembangan pemikiran, tidak hanya berhenti pada pengetahuan, pemikiran, keputusan atau kesimpulan yang sudah dimiliki, tapi berusaha memperbarui sehingga lahir pengetahuan, pemikiran, keputusan dan kesimpulan baru, sebagai wujud kemajuan pola pikir, analisis dan cara pandang suatu masalah.

Tujuan diskusi menurut J. S. Kamdhi yang sudah kita kutip mencakup beberapa hal:

  1. Menumbuhkembangkan tradisi intelektual. Hal ini berdampak positif pada:
  • Membantu setiap pribadi untuk bersikap kritis terhadap realitas menyangkut sosial, politik, ekonomi, adat budaya, hukum, pendidikan dan IPTEK.
  • Membantu setiap pribadi untuk bersikap rasional dan logis, dan tidak didasarkan pada subyektivitas, rasa senang atau tidak senang.
  • Membantu setiap pribadi untuk bersikap obyektif sebagai implementasi proses berpikir bersama.
  1. Mengambil keputusan dan kesimpulan. Keputusan adalah kegiatan akal budi yang mengakui atau mengingkari suatu realitas atau masalah. Atau seperti dikatakan oleh Poerwadarmint keputusan  adalah hasil pemutusan setelah ditetapkan, dipertimbangkan dan dipikirkan.
  2. Menyamakan persepsi. Persepsi di sini termasuk apresiasi dan visi. Kerumitan suatu diskusi sering terjadi dalam menyamakan persepsi. Kononlah manusia berbeda pola pikir, latar belakang pendidikan, status sosial dan sikap dasar hati, ada yang mau mengerti dan menerima pendapat orang lain dan ada yang tidak.
  3. Menumbuhkembangkan kepedulian dan kepekaan. Dengan berpikir bersama kita berusaha untuk mengakui, menghargai serta menerima keunikan orang lain. Dengan mengakui keunikan, perbedaan, di sinilah fungsi diskusi sebagai sarana menumbuhkembangkan kepedulian dan kepekaan terhadap orang lain.
  4. Sarana komunikasi dan konsultasi lewat kebersamaan setiap orang akan menemukan pengalaman verbal, non verbal, pengalaman intelektual dan emosional, moral dan sosial. Demikian juga pengalaman yang kita miliki dapat dibagikan kepada orang lain.

Persyaratan diskusi

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons