Scroll to Top
Mamuli, Lulu Amah, Riwayatmu Dulu
Posted by Frans Hebi on 5th Desember 2014
| 7568 views

Mamuli Sumba [ Foto : http://01islands.org/sumba-mamuli-gold-jewelry/ ]
Mamuli Sumba [ Foto : http://01islands.org/sumba-mamuli-gold-jewelry/ ]

MaxFM, Waingapu – Kalau kita perhatikan, mamuli berbentuk rahim perempuan. Ada yang polos dan ada yang memiliki asesoris berbentuk benjolan-benjolan atau bintik-bintik serta gambar-gambar semisal ayam. Luluh amah atau kanatar berbentuk lonjong, ujungnya serupa alat kelamin laki-laki. Mamuli ada yang kecil dan ada yang besar. Di Sumba Barat Daya (Kodi) yang polos disebut “kamomol”. Baik mamuli maupun lulu amah terbuat dari emas. Mamuli yang paling besar mencapai 20 gram. Dalam perkawinan adat, suku Kodi menganggapnya sebagai hulu belis. Ini berlaku untuk semua anak gadis Kodi. Kini hulu belis bisa diaganti dengan kerbau jantan besar. Rupanya orang Kodi mengangap lebih menguntungkan karena harga satu ekor kerbau jantan besar di Kodi di atas Rp 25.000.000.




Dari mana asal mamuli dan lulu amah? Ada dua versi cerita.

Versi pertama: Konon khabarnya ketika terjadi hubungan komunikasi antarbangsa, ada seorang Cina datang ke Sumba. Namanya Makmuli. Dia beraul dengan para bangsawan Sumba (waktu itu belum ada raja). Hubungan ini diwujudkan dalam bentuk tukar-menukar barang. Sekali peristiwa Makmuli ingin memberi hadiah kepada salah seorang bangsawan. Entah bergurau, entah menyindir tidak diketahui dengan pasti. Dia membuat dua macam perhiasan, yang satu berbentuk kelamin perempuan, dan yang satu berbentuk alat kelamin laki-laki, kemudian dihadiahkan kepada bangsawan Sumba.

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons