Scroll to Top
Bertanya (?)
Posted by maxfm on 13th Februari 2014
| 1457 views
Frans Wora Hebi, Senang Menulis, Narasumber Tetap di Acara Bengkel Bahasa Max FM
Frans Wora Hebi, Senang Menulis, Narasumber Tetap di Acara Bengkel Bahasa Max FM

MaxFM , Waingapu – Bertanya harus ada lawan bicara, Jika tidak, itu hanya monolog atau mengigau yang tidak perlu dijawab. Syarat bertanya harus sepaham bahasa sebagai alat komunikasi. Kecuali kalau menggunakan bahasa isyarat yang sudah umum. Karena akan terjadi mis komunikasi. Pernah ada orang Barat bertanya kepada orang Indonesia. “What’s your name?” Orang Indonesia yang sudah sering mendengar pertanyaan itu dan mengerti maksudnya, langsung menjawab. “Yudono” Orang Barat marah kenapa dijawab bahwa dia tidak tahu. Yudono ucapannya mirip dengan You don’t now yang berarti engkau tidak tahu. Jadi orang Barat itu dituding tidak tahu. Tapi kemarahan orang Barat itu segera hilang ketika orang Indonesia memperlihatkan KTP yang bertuliskan Yudono.

Model pertanyaan dipakai baik dalam dunia pendidikan untuk menguji kemampuan peserta didik maupun dalam dunia jurnalistik dikenal dengan 5 W dan 1 H (what, who, where, when, whay, how: apa, siapa, dimana, kapan, mengapa dan bagaimana). Kata tanya dasar dalam bahasa Indonesia ada dua, yaitu Apa dan Mana. Dari kata Apa dibentuk kata apa, siapa, berapa, kenapa, mengapa, betapa, diapakan, dipengapakan. Dari kata Mana terbentuk, dimana, kemana, bilamana, bagaimana, sebagaimana, dikemanakan. Semua bentuk pertanyaan tadi biasa diistilahkan metode Socrates. Mungkin karena Socrates kuat bertanya meskipun dia orang terpandai di Yunani pada jamannya.

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons