
MaxFM Waingapu, SUMBA – Dalam unggahan di akun instagramnya beberapa waktu lalu, Benaya Harobu anak Sumba Timur yang tinggal di Jakarata, merisaukan rencana pembanguan 2Ribuan hektar tambak udang yang akan dibangun Kementrian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia di di Laipori, desa Palakahembi, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, NTT.
Baca juga:
Sumba dan 7 Segi Peradaban Jadi Rujukan Pemulihan Indonesia
Rencana investasi tambak udang raksasa ini mencapai sekira 8 trilyun rupiah, dan mencakup luas lahan 2.085 hektar.
Benaya Harobu yang bekerja sebagai jurnalis, pembuat film dokumenter sekaligus mewakili anak muda yang baru saja berkeliling Indonesia menggunakan sepeda montor dalam Ekspedisi Indonesia Baru, sangat tidak tenang atas rencana ini.
“Selamat malam, maaf saya membuat video ini dadakan sekali, karena genting sekali menurut saya. Perasaan saya tidak enak sekali mala mini ketika membaca berita ini, “Proyek Strategis! Rp8 Triliun Disiapkan KKP untuk Tambak Udang Raksasa di Sumba Timur”, saya sangat tidak tenang karena saya sudah lihat dampak buruknya tambak udang di banyak tempat di Indonesia dengan mata kepala sendiri,” ungkap Benaya Harobu.
Baca juga:
Ritual Adat Sumba Timur Panggara Taungu Menyambut Tetamu WALHI dalam Pembukaan PNLH XIV
Masih kata Benaya “Sebagai anak yang lahir dan besar di Sumba Timur saya mau bilang ini proyek bahaya sekali untuk masa depan Sumba Timur.” Ungahannya diakun Instagram @benayaharobu dengan tagara #SAVESUMBATIMUR sudah ditonton mendekati 500 ribu orang.
Menjawab kerisauan Warga Sumba Timur terkait rencana pembangunan tambak raksasa ini, Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali memberikan penjelasan ketika ditanya jurnalis dalam jumpa pers selepas pembukaan Pekan Nasional Lingkungan Hidup XIV di Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Kamis 18 September 2025.
“Kami pemerintah sadar betul akan resiko pembangunan tambak udang, hal disampaikan oleha adik-adik kita di media sosial, kami lihat itu adalah persoalan yang terjadi di tempat lain, di tempat di mana tempat-tempat tambak udang yang sekarang ini menimbulkan kerusakan lingkungan pengelolaannya masih scara secara konvensional,” jelas Bupati Umbu Lili.
Baca juga:
Airlangga, Raja Tanjakan Tour De EnTeTe 2025 Terpesona Keindahan Rute Balapan Tana Rara Waingapu
Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali mnelanjutkan, tambak udang di wilayah lain dibangun di pesisir pantai, memanfaatkan lahan pesisir, kemudian proses pemeliharaannya berjalan lama, yang mana perbesarannya itu, limbah makanannya itu menumpuk terus di kolam, tidak ada pengolahan limbah dari tambak. Bagi kami contoh itu mungkin dilihat oleh adik kita yang dismapaikan di media sosial.
Bupati Umbu Lili melanjutkan, Sementara proses pemeliharaan udang yang saat ini kita rencanakan di Sumba Timur ini, tidak dilakukan di pesisir pantai.
“Air laut dipompa ke darat, kemudian diteruskan ke kolam-kolam perbesaran udang yang lahannya dibuat permanen dari semen, kemudian nantinya limba limbah dari masing-masing tambak akan diteruskan ke lahan pengolahan limbah di IPAL, setelah dari IPAL baru olahan limbah tambak udang dibuang kembali ke laut,” lanjut Bupati Umbu Lili.
Baca juga:
Ratusan Peserta PNLH Mulai Berdatangan di Kota Waingapu, Panitia Menyambut dengan Budaya SUMBA
Masih penjelasan Bupati Umbu Lili Pekuwali, prinsip-prinsip dari upaya kita menjaga lingkungan, kita sampaikan dan minta dalam rencana investasi yang baru ini dengan harapan tidak lagi terjadi persoalan seperti apa yang dikuatirkan warga. “Jadi pesisir pantaipun tidak terganggu, limbahnyapun sebelum dibuang tetap masuk di IPAL yang disiapkan dalam proses pembuatan tambak udang di Sumba Timur,” jelsa Bupati Umbu Lili Pekuwali.
Masih penjelasan Bupati Umbu Lili, pihaknya berharap pembangunan tambak udang raksasa ini, tidak hanya sekedar aktivitas usaha yang benar, tetapi pemerintah melihat bahwa dengan adanya aktivitas ini, bisa menyerap ribuan tenaga kerja, dan yang bekerja nantinya anak-anak kita juga. [MaxFMWgp]








