
MaxFM WAINGAPU, SUMBA — Mengusung tema “TNI Kuat Bersama Rakyat Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur” pada peringatan HUT TNI ke-81, Kodim 1601 Sumba Timur terus berkomitmen mendorong pergerakan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Sumba Timur.
Langkah nyata tersebut diwujudkan melalui sinergi bersama pemerintah daerah dan instansi vertikal dalam membangun berbagai fasilitas publik krusial.
Komandan Kodim (Dandim) 1601 Sumba Timur, Letkol Arm Adwi Prasetya, selepas memimpin upacara HUT TNI di Lapangan Pahlawan Waingapu mengungkapkan bahwa, sejumlah proyek bantuan infrastruktur telah dan sedang terus dikerjakan.
“Saat ini, dua unit Jembatan Garuda (Merah Putih) telah selesai dibangun di wilayah Mauliru dan Wangga dari total target empat unit,” ungkap Dandim 1601 Letkol Arm Adwi Prasetya .
Selain jembatan, pembangunan Koperasi Desa Kelurahan (KDKMP) juga menunjukkan progres signifikan dengan 21 unit koperasi telah selesai berdiri dari sasaran keseluruhan sebanyak 140 unit.
Dandim Adwi Prasetya bilang mengantisipasi tantangan musim kemarau di wilayah pelosok, saat ini TNI memfokuskan program penyediaan sumur bor guna menjamin ketersediaan air bersih warga.
Program bantuan lain yang turut menjadi sasaran kata dia meliputi perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) serta pembuatan jembatan penghubung antar-desa. Upaya pembangunan ini akan diperluas melalui Karya Bakti skala besar yang dijadwalkan berlangsung pada bulan Oktober mendatang.
Di samping fokus pada pembangunan fisik, Dandim Adwi Prasetya jelaskan pihak Kodim 1601 Sumba Timur menyampaikan dua imbauan penting terkait keamanan dan keselamatan lingkungan sehubungan situasi yang sedang terjadi di Sumba Timur :
1. Antisipasi Bencana Gempa Bumi: Masyarakat diminta tetap tenang pascagejala gempa bumi yang terjadi baru-baru ini dengan keuatan M5,9 dan berpusat di Sumba Barat Daya NTT. Warga diharapkan selalu memantau perkembangan berita dari sumber resmi seperti BPBD dan BMKG serta tidak memercayai informasi bohong (hoaks).
2. Pencegahan Kebakaran Lahan (Karhutla): Di tengah kondisi musim kemarau, warga diimbau keras untuk tidak membakar lahan. Hal ini sangat penting guna mencegah risiko kebakaran meluas ke area permukiman yang dapat merugikan masyarakat itu sendiri. [HD]







