
MaxFM WAINGAPU, SUMBA – Wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), diguncang gempa bumi tektonik pada Senin, 26 Oktober 2026, pukul 11:53:42 WIB atau 12:53:42 WITA.
Hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa gempa ini memiliki parameter magnitudo M4.9 dengan kedalaman 13 km.
Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama dmelalui WAG Info BMKG SUMBA menyebutkan episenter gempa terletak pada koordinat 8,45° LS dan 121,45° BT, atau tepatnya berlokasi di laut, sekitar 30 km Timur Laut Mbay, Nagekeo, NTT.
“Berdasarkan hasil pemodelan, gempa bumi ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami,” jelas Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa ini merupakan jenis gempa bumi dangkal yang dipicu oleh aktivitas Flores Back-Arc Thrust.
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust).
Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan (shakemap), gempa ini dirasakan dengan skala intensitas III MMI, yaitu getaran dirasakan nyata oleh beberapa orang, seperti ada truk yang berlalu.
Guncangan tersebut dilaporkan terasa di Kabupaten Ngada, Kabupaten Sikka, dan Kabupaten Manggarai.
Gempa ini merupakan rangkaian gempa susulan dari peristiwa gempa bumi M7.7 yang terjadi di Flores pada 15 Agustus 2026 pukul 04:58:23 WIB.
Hingga tanggal 26 Oktober 2026 pukul 12:05:00 WIB atau 13:05:00 WITA hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 23.159 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock), dengan magnitudo terbesar M6.2.
BMKG tambah Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama akan terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada pemangku kepentingan dan masyarakat.
Pihaknya meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, serta menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa bumi. [HD]








