Scroll to Top
Peran Strategis Pemda Sumba Dongkrak Capai Universal Health Coverage
Posted by maxfm on 26th Januari 2026
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Waingapu, Yosefina K.S.Y Kadju Memberikan Materi dalam Media Gathering Akhir Desember 2025 [Foto : ISTIMEWA]

MaxFM Waingapu, SUMBA – Capaian Universal Health Coverage (UHC) atau cakupan kesehatan semesta menjadi pondasi penting dalam menjamin seluruh masyarakat dapat memperoleh akses layanan kesehatan yang adil, bermutu, dan berkelanjutan. Keberhasilan ini ditandai dengan cakupan kepesertaan yang luas serta tingkat keaktifan peserta yang optimal.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Waingapu, Yosefina K.S.Y Kadju, menekankan bahwa keberhasilan implementasi UHC di wilayahnya tidak terlepas dari peran aktif Pemerintah Daerah. Dukungan kebijakan, penganggaran, serta sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam memperluas kepesertaan dan menjaga keaktifan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).



“UHC bukan sekadar target angka, melainkan bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi kesehatan masyarakat. Ketika seluruh penduduk terlindungi, maka kualitas hidup dan produktivitas masyarakat tentu juga akan meningkat,” ungkap Yosefina.

Melalui dukungan pembiayaan iuran peserta JKN yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), pemerintah daerah berkontribusi langsung dalam memperluas cakupan kepesertaan. Langkah strategis ini menjadi penentu tercapainya UHC di suatu wilayah.

“Pemerintah daerah memiliki peran yang sangat strategis. Dukungan pembiayaan dari APBD memungkinkan masyarakat yang belum memiliki jaminan kesehatan dapat terdaftar sebagai peserta JKN,” jelas Yosefina.




Komitmen tersebut telah membuahkan hasil. Keempat kabupaten dalam wilayah kerja BPJS Kesehatan Waingapu, yaitu Kabupaten Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat, dan Sumba Barat Daya, telah berhasil mencapai UHC. Capaian ini ditandai dengan lebih dari 98% penduduk terdaftar sebagai peserta JKN dan tingkat keaktifan kepesertaan di atas 80%.

“Kami sangat mengapresiasi komitmen pemerintah daerah yang serius memastikan seluruh penduduknya memiliki jaminan kesehatan melalui Program JKN,” lanjut Yosefina.

Manfaat UHC dan kepesertaan JKN telah dirasakan langsung oleh masyarakat. Ratih Lika Hamu (25), warga Desa Watuhadang, Sumba Timur, bersyukur dapat menjalani proses persalinan tanpa beban biaya berkat iurannya yang dibayar pemerintah daerah.




Hal serupa diungkapkan Jumiran Prasetyo Mone (37) dari Kecamatan Kambera. “Terima kasih pemerintah daerah sudah mendaftarkan kami sekeluarga. Program JKN ini benar-benar meringankan. Biaya rumah sakit adik saya yang dirawat karena anemia ditanggung sepenuhnya,” katanya.

Ke depan, sinergi yang baik antara BPJS Kesehatan, pemerintah daerah, dan fasilitas kesehatan perlu terus dipertahankan untuk memastikan pelayanan kepada peserta JKN berjalan optimal dan keberlanjutan UHC di Pulau Sumba terjaga. [HD]

Show Buttons
Hide Buttons