Scroll to Top
Peserta Orientasi Tandatangani Komitmen Bersama Atasi Stunting
Posted by maxfm on 8th Oktober 2021
Ketua Umum BPMS GKS, Pdt. Alfred Samani dan peserta kegiatan menandatangani komitmen bersama penanganan stunting, Rabu (6/10/2021).

MaxFM, Waingapu – Peserta kegiatan orientasi kader gereja untuk percepatan dan penurunan stunting di Kabupaten Sumba Timur menandatangani komitmen bersama mengatasi stunting di Sumba Timur. Ikut menandatangani komitmen ini, Ketua Umum Badan Pelaksana Majelis Sinode Gereja Kristen Sumba (BPMS GKS), Pdt. Alfred Samani dan Sekretaris Bidang KKC PGI, Pdt. Jimmy Sormin.




Usai menandatangani komitmen bersama tersebut, Ketua Umum BPMS GKS, Pdt. Alfred Samani menegaskan, penandatanganan komitmen bersama ini menjadi langkah awal gereja untuk melaksanakan apa yang telah menjadi tugas bersama dalam rangka mencegah dan mengurangi kasus stunting.

“Kita sudah mendapat pengetahuan yang baru terkait stunting, dan rencana tindak lanjut telah dipersiapkan, sebab itu dibutuhkan keseriusan dan komunikasi kita dengan berbagai pihak,” tegasnya.



Ditambahkannya perlu ada gerakan sosialisasi ke sekolah-sekolah sehingga program ini bisa berjalan dan terukur tingkat capaiannya. Dimana pada tataran-tataran implementasi program misalnya di tingkat sekolah minggu, dalam perjumpaan kaum perempuan, komisi-komisi, hal ini bisa dilakukan, termasuk dalam katekisasi pra-nikah, hingga bimbingan kepada orangtua maupun saat baptisan anak.

“Semua ruang itu harus bisa kita ambil untuk menjelaskan persoalan stunting ini,” jelasnya.




Salah seorang peserta, Pdt. Melly Kahileba, menyatakan kesiapannya menjadi pendamping bagi remaja putri di tempat tugasnya, karena menurutnya hal itu menjadi bentuk tanggungjawab gereja kepada masyarakat, sehingga tidak hanya dilakukan melalui mimbar tetapi juga menerapkannya di tengah-tengah kehidupan jemaat.

“Memang untuk mengawalinya tidak mudah, butuh komitmen yang kuat, dan kerjasama dari berbagai pihak. Karena ini bukan hanya bicara generasi gereja, tetapi juga generasi masyarakat dan bangsa,” ujarnya.



Hal senada juga diungkapkan Shekinah, pendeta pendamping di GBT Rehobot. Shekinah mengungkapkan “Persoalan stunting sangat serius jadi perlu ada upaya pencegahan, yang dimulai dari diri kita sendiri, melalui hal-hal kecil misalnya dengan mengajak dan memberi pengetahuan kepada mereka, terutama kita seorang perempuan.”

Untuk diketahui, kegiatan orientasi ini berlangsung selama dua hari yakni sejak 5-6 Oktober 2021, dan dilaksanakan di gedung kebaktian GKS Payeti yang diikuti oleh 32 peserta yang merupakan perwakilan dari pemimpin/pelayan/pengurus gereja dari 32 gereja di Sumba Timur.




Harapannya usai mengikuti kegiatan ini mereka dapat menggerakkan masyarakat untuk melaksanakan pola hidup sehat dalam pencegahan stunting di jemaat/masyarakat melalui KAP. Selain itu, akan ada 32 kelompok remaja binaan PGI yang terdiri dari 10 orang remaja di setiap kelompok sehingga ditargetkan 320 orang remaja putri akan menjadi sasaran upaya pencegahan stunting selanjutnya.(ONI)



Show Buttons
Hide Buttons