Scroll to Top
Kinem Alias Bahasa Tangan
Posted by maxfm on 29th Juni 2018
| 4297 views
Frans W. Hebi, Wartawan Senior, Budayawan, Narasumber Tetap Acacra Bengkel Bahasa Radio MaxFM [Foto: Heinrich Dengi]

MaxFM, Waingapu – Jauh sebelum manusia mengenal bahasa apalagi tulisan, maka alat komunukasi yang digunakan adalah bahasa isyarat terutama bahasa tangan yang disebut kinem atau kinestik.

Bilamana seseorang mengajak teman untuk menangkap penyu di pasir (penyu biasa bertelur di pasir), maka dia akan membongkokkan belakang tangan sambil bibir bawah diarahkan ke laut. Kalau ada yang mau berburu ke hutan, satu orang tua akan memperlihatkan keempat jari dirapatkan dalam posisi mendatar sementara ibu jari tegak berdiri sehingga kelihatan seperti kepala binatang, itu artinya hati-hati dengan binatang buas.

Dalam abad modern seperti sekarang ini bahasa tangan masih tetap berlaku. Sudah merupakan kebiasaan umum di dunia, untuk memuji kehebatan seseorang kita mengacungkan jempol. Tapi jangan coba-coba mengacungkan jempol di negara Yunani karena ini dianggap kasar, tidak sopan.



Untuk mengungkapkan seseorang yang sifatnya arogan, angkuh, selalu ingin melebihi orang lain, maka jari telunjuk kita menunjuk-nunjuk jari tengah yang lebih tinggi dari yang lain. Tapi bilamana keempat jari kita dalam posisi menggenggam sedangkan jari tengah ditegakkan ke atas, itu adalah makian orang Eropa, maksudnya alat kelamin laki-laki.

Suku Kodi di Sumba Barat Daya lain lagi. Untuk memaki lawan laki-laki misalnya dalam pertengkaran maka dia akan mengukur jari telunjuk dengan ibu jari, apakah sepanjang satu ruas, dua ruas atau tiga ruas. Ukuran satu ruas itu lebih menyakitkan karena suatu pengandaian bahwa alat kelaminnya hanya sekian itu. Jika perempuan yang dimaki, jari tengah mengait jari telunjuk dan melengkung sehingga kelihatan seperti busur.

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons