Scroll to Top
Pasola Sebagai Ungkapan Syukur Penganut Marapu Di Sumba
Posted by maxfm on 18th Maret 2018
| 2060 views
Pasola Wanokaka 2018 [Foto: Ignas Kunda]

MaxFM, Waingapu – Bersyukur atas berkat yang diperoleh selama setahun sudah menjadi kebiasaan penganut kepercayaan animisme Marapu di kecamatan Wanokaka, kabupaten Sumba Barat, NTT ungkapan rasa syukur itu dilakukan dengan menggelar ritual Pasola atau aksi perang-perangan di atas kuda dengan saling melempar lembing kayu, aksi perang-perangan ini dilakukan setelah melakukan ritual berburu cacing di lautan atau Nyale.

“Sebagai bentuk ungkapan syukur penganut Marapu, Pasola bukan satu-satunya ritual, namun ada ritual lain yang mendahului ritual pasola yakni ritual Nyale,” ungkap Frans Wora Hebi, budayawan kelahiran Kodi, kabupaten Sumba Barat Daya

Ritual nyale merupakan ritual berburu cacing di lautan oleh warga setempat yang dilakukan pada pagi hari sebelum digelarnya pasola.



Ritual diawali dengan para rato Nyale atau pemuka adat turun ke tepi pantai sambil berdoa menurut kepercayaan animisme Marapu agar cacing laut atau Nyale bermunculan di tepi pantai.

Selain itu ritual nyale juga memohon restu para dewa agar panen tahun tersebut berhasil dengan baik. Semakin banyak Nyale atau cacing laut ditangkap dipercaya masyrakat setempat akan banyak rejeki di tahun ini.

“Cacing ini dipercayai membawa keberkahan bagi siapa saja yang menangkap dan mengkonsumsinya” Ujar Daru seorang warga yang ikut mengambil Nyale.

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons