Scroll to Top
Mendagri Tegaskan 4 Hal untuk Kendalikan Covid-19
Posted by maxfm on 4th Juni 2021
| 311 views
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Prof. M. Tito Karnavian [Foto: Heinrich Dengi]

MaxFm, Waingapu – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Prof. M. Tito Karnavian meminta pemerintah Kabupaten Sumba Timur untuk memperhatikan empat hal dalam penanganan Covid-19 Kabupaten Sumba Timur. Karena Indonesia yang merupakan negara kepulauan akan sangat sulit untuk menurunkan kasus Covid-19 hingga menjadi zero.




Tito Karnavian mengatakan hal ini saat melakukan kunjungan kerja ke Sumba Timur dalam rangka penyerahan bantuan susu dan makanan tambahan, serta bantuan masker bagi Pemkab Sumba Timur, Kamis (3/6/2021). Dijelaskannya, yang bisa dilakukan pemerintah pusat dan pemerintah daerah adalah memengendalikan nya sehingga tidak meledak dalam satu waktu.

Empat hal yang perlu diperhatikan menurut mantan Kapolri ini adalah pengendalian kasus positif harian, fatality rate atau angka kematian, angka kesembuhan dan juga pengendalian terhadap tingkat keterisian tempat tidur.

Menurutnya daerah seperti Sumba Timur dan daratan Sumba pada umumnya yang jauh dari daerah-daerah yang padat penduduk dan tingkat kerumunan yang tinggi bisa menjadi positif karena potensi sumber transmisi menjadi minim. Namun perlu dikendalikan benar agar jangan sampai terjadi transmisi lokal yang tidak terkendali.



“Kendalikan angka positif rate hariannya, tetapi bukan menurunkan testing,” tegasnya.

Selanjutnya mengenai pengendalian kasus kematian, Tito menegaskan hal ini penting karena Pulau Sumba umumnya dan Sumba Timur sendiri tidak cukup memiliki fasilitas kesehatan yang memadai dan fasilitas kesehatan rujukan Covid-19 untuk menangani khusus pasien Covid. Karenanya pasien positif Covid-19 masih dirawat di rumah sakit yang juga merawat pasien lain.

“Kalau treatment kita salah karena keterbatasan fasilitas kesehatan, bisa terjadi kematian yang banyak,” ungkapnya.




Terkait peningkatan angka recovery rate atau angka kesembuhan, Tito mengaku ini sangat penting dilakukan karena walaupun secara nasional sangat sulit untuk diturunkan hingga zero kasus positif Covid-19, peningkatan angka kesembuhan akan menjadi hal yang sangat berharga untuk peningkatan ekonomi daerah.

“Kalau angka kesembuhan tinggi, pasti angka keterisian tempat tidur di rumah sakit jadi rendah, sehingga program pertumbuhan ekonomi bisa dikerjakan secara efektif,” tandasnya.



Bupati Sumba Timur, Khristofel Praing pada kesempatan tersebut menjelaskan pemerintah Kabupaten Sumba Timur sangat memberikan konsentrasi untuk penanganan Covid-19 di Kabupaten Sumba Timur, sehingga Senin (31/5/2021) lalu telah dilakukan peresmian laboratorium PCR di RSUD URM Waingapu yang akan membantu dalam mempercepat proses pemeriksaan sampel dan penegakkan diagnosa.




“Setelah kita resmikan laboratorium PCR, angka positif menjadi sangat terkendali dan dalam tiga hari ini hanya ada satu kasus positif,” ungkapnya.

Dalam mengadakan mesin PCR ini, Bupati Khris menjelaskan bahwa pemerintah membangun kerja sama dengan Yayasan Satriabudi Dharma Setia Jakarta dan sejumlah donatur karena keterbatasan anggaran pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sumba Timur.



“Karena keterbatasan anggaran pemerintah kita kerja sama dengan pihak swasta sehingga kita sudah punya laboratorium PCR sendiri,” tandasnya.(TIM)

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons