Scroll to Top
Laboratorium PCR RSUD URM Waingapu Diresmikan
Posted by maxfm on 1st Juni 2021
| 593 views
Bupati Sumba Timur, Khristofel Praing resmikan penggunaan laboratorium PCR RSUD URM Waingapu.

MaxFM, Waingapu – Laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) RSUD URM Waingapu diresmikan penggunaannya Senin (31/5/2021) oleh Bupati Sumba Timur, Drs. Khristofel Praing. Diharapkannya kehadiran laboratorium PCR ini dapat mempercepat pemeriksaan sekaligus dapat menekan angka penularan Covid-19 di Kabupaten Sumba Timur.



Hal ini disampaikan Bupati Sumba Timur, Drs. Khristofel Praing, M.Si dalam sambutannya pada kegiatan peresmian Laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) di Rumah Sakit Umum Daerah Umbu Rara Meha (RSUD URM) Waingapu di aula RSUD URM Waingapu, Senin (31/5/2021).

Menurutnya pengendalian kasus Covid-19 di Kabupaten Sumba Timur sempat berhasil ditangani sepanjang tahun 2020. Namun di akhir tahun 2020, pasca pelaksanaan Pemilukada Kabupaten Sumba Timur, angka kasus positif Covid-19 meningkat signifikan dan proses pemeriksaannya cukup lambat karena harus dikirim sampel ke Kupang, yang kemudian berulang pada saat banjir bandang dan Badai Siklon Tropis Seroja yang mengakibatkan kurangnya kewaspadaan masyarakat terhadap protokol kesehatan.




Menyadari keterbatasan anggaran yang ada pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sumba Timur, pihaknya bekerja sama dengan pihak dunia usaha yakni Yayasan Satriabudi Dharma Setia untuk menghadirkan Laboratorium PCR di RSUD URM Waingapu.

Kepada Direktur RSUD URM Waingapu, diminta untuk mengelola laboratorium ini dengan sumber daya yang ada secara maksimal dan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten se-daratan Sumba dan Sabu Raijua agar bisa memanfaatkan keberadaan laboratorium PCR ini secara lebih maksimal.



Diharapkan dengan hadirnya PCR ini diharapkan penanganan Covid-19 Kabupaten Sumba Timur menjadi semakin baik. Khris Praing juga mengucapkan terima kasih atas kepedulian dan andil yang sudah dilakukan oleh Menko Kemaritiman dan Investasi, Menteri Kesehatan hingga Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, sehingga Sumba Timur boleh memiliki Laboratorium PCR saat ini.

“Kepedulian adalah awal yang baik bagi kita untuk bekerja demi kemanusiaan,” tandasnya.




Direktur RSUD URM Waingapu, dr. Lely Harakai, M.Kes secara terpisah menjelaskan pihaknya siap melakukan koordinasi dengan kabupaten lain se-daratan Sumba termasuk dengan Kabupaten Sabu Raijua dalam memaksimalkan adanya laboratorium PCR di RSUD URM Waingapu saat ini.

“Tentu kita tidak akan menggunakan laboratorium PCR ini untuk Sumba Timur saja, tetapi juga dari kabupaten lain yang mau mengirim sampelnya kesini,” jelasnya.




Menurutnya sesuai dengan shift kerja yang ada saat ini, laboratorium PCR RSUD URM Waingapu bisa digunakan untuk memeriksa 92 sampel dalam sehari. Namun kondisi ini bisa disesuaikan mengikuti tingkat kebutuhan kecepatan sampel yang menunggu hasilnya.

“Kalau sampelnya butuh hasil cepat karena kondisi tertentu kita buka lagi satu shift sore untuk 92 sampel lagi,” jelasnya.

Ketua DPRD Kabupaten Sumba Timur, Ali Oemar Fadaq secara terpisah mengapresiasi langkah RSUD URM Waingapu dan pemerintah Kabupaten Sumba Timur yang telah menghadirkan Laboratorium PCR di Sumba Timur. Karena itu diharapkannya dengan adanya laboratorium PCR ini, proses pemeriksaan dan hasilnya bisa lebih cepat keluar sehingga masyarakat tidak harus menunggu terlalu lama.



“Kita harapkan yang terbaik dari keberadaan laboratorium PCR ini, bisa membantu menekan angka penularan Covid-19 di Kabupaten Sumba Timur,” tegasnya.(ONI)

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons