Scroll to Top
10 Pejabat di Sumba Timur Terima Vaksin Sinovac Tahap I
Posted by maxfm on 5th Februari 2021
| 275 views
Bupati Sumba Timur Drs. Gidion Mbilijora M.Si. (ka), Menyerahkan Box Berisi Vaksin Kepada Kepala Dinas Kesehatan Sumba Timur dr. Chrisnawan Tri Haryantana (ki) Sebagai Tanda Dimulainya Vaksinasi Covid-19 di Sumba Timur

MaxFM, Waingapu – 10 Pejabat publik dari berbagai unsur yang dinyatakan lolos skrining menerima suntikan vaksin Covid-19 jenis Sinovac tahap I yang dilaksanakan dalam pencanangan vaksinasi Covid-19 tingkat Kabupaten Sumba Timur di Aula Setda Kabupaten Sumba Timur, Jumat (5/2/2021). Bupati Sumba Timur, Gidion Mbiliyora sendiri tidak bisa mendapatkan vaksin karena usianya sudah tidak masuk sebagai target vaksinasi Covid-19 saat ini.



Para pejabat yang menerima vaksin tahap pertama ini adalah Asisten I Setda Kabupaten Sumba Timur, Drs. Yakobus Yiwa, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumba Timur, Yonathan Hani, Dandim 1601/Sumba Timur, Letkol Czi Dr Dwi Joko Siswanto, Kapolres Sumba Timur, AKBP. Handrio Wicaksono, S.Ik., Ketua Pengadilan Negeri Waingapu, Richard Edwin Basoeki, SH., Pdt. Fandrian Hukapaty, dan empat pejabat lainnya.

Sementara itu, Bupati Sumba Timur, Drs. Gidion Mbiliyora, M.Si tidak bisa mendapatkan vaksin karena usianya sudah diatas 59 tahun. Sedangkan Sekda Kabupaten Sumba Timur, Domu Warandoy dan sejumlah pejabat lainnya termasuk perwakilan dari unsur wartawan tidak bisa mendapatkan jatah vaksin kali ini karena tidak lolos skrining.




Usai menerima vaksin, Pdt. Fandrian Hukapaty, S.Th. kepada awak media menjelaskan dirinya tidak mengalami reaksi negatif sebagaimana berbagai informasi yang tersebar di dunia maya. Namun dirinya berharap sistem tubuhnya dapat menerima dosis vaksin pertama ini dengan baik hingga nantinya bisa mendapatkan dosis kedua pada 14 hari mendatang.

“Sekarang tidak ada reaksi apa-apa, dan kepada jemaat GKS (Gereja Kristen Sumba) dan masyarakat Sumba Timur jangan takut di vaksin. Karena vaksin ini untuk melindungi diri kita dari paparan Covid-19,” ungkapnya.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumba Timur, Yonathan Hani menambahkan, pencanangan vaksinasi Covid-19 tingkat Kabupaten Sumba Timur ini merupakan bagian integrasi dari program pemerintah Republik Indonesia secara nasional dan harus didukung untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan membentuk herd immunity di masyarakat.




“Terima kasih kepada pemerintah Indonesia yang sudah melakukan ini (vaksinasi Covid-19). Karena ini adalah cara terbaik untuk segera memulihkan kesehatan masyarakat tidak hanya di Sumba Timur tetapi di seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Yonathan Hani menambahkan pencanangan vaksinasi Covid-19 tingkat Kabupaten Sumba Timur ini juga ingin membuktikan bahwa vaksin ini aman dan halal bagi seluruh masyarakat Indonesia. Karenanya masyarakat diharapkan tidak terpengaruh dengan informasi-informasi yang tidak benar yang masih terus beredar di masyarakat.

“Vaksin ini terbukti aman dan halal, jadi masyarakat jangan takut saat nantinya mendapatkan jatah untuk di vaksin,” timpal Kapolres Sumba Timur, AKBP. Handrio Wicaksono.




Dandim 1601/Sumba Timur, Letkol Czi Dr Dwi Joko Siswanto menambahkan, vaksin Sinovac memiliki tingkat efektivitas untuk memberikan ketahanan tubuh bagi penerima vaksin hingga 63,5 persen sehingga dinyatakan memenuhi syarat oleh organisasi kesehatan dunia (WHO). Karenanya masyarakat tidak boleh takut divaksin, namun tetap harus mematuhi protokol kesehatan dalam melakukan aktivitas setiap hari.

“Kita tidak otomatis kebal terhadap Covid-19 setelah di vaksin. Jadi kita semua tetap harus taati protokol kesehatan sampai benar-benar kondisi kesehatan dunia pulih dari Pandemi Covid-19,” tegasnya.(ONI)

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons