Scroll to Top
Empat Mahasiswa STT Sangkakala Jakarta juga Positif Rapid Test
Posted by maxfm on 26th April 2020
| 717 views
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Timur – Juru Bicara Covid-19 Kabupaten Sumba Timur, Dr. Chrisnawan Tri Haryantana

MaxFM, Waingapu – Empat dari lima mahasiswa Sekolah Tinggi Teologia (STT) Sangkakala Jakarta yang diambil rapid tes menyusul tujuh mahasiswa lainnya juga menunjukkan reaktif positif, sehingga empat mahasiswa ini kini ikut diisolasi di RSUD URM Waingapu. Total orang yang diisolasi di RSUD URM Waingapu kini sebanyak 11 orang.

Keempat mahasiswa ini kemudian masuk dalam daftar Orang Tanpa Gejala (OTG), sehingga delapan data Posco Covid-19 Kabupaten Sumba Timur, Sabtu (25/4/2020) menunjukkan jumlah OTG sebanyak delapan orang, atau bertambah empat dalam 24 jam terakhir.



Dengan adanya penambahan empat OTG ini yang ikut diisolasi di RSUD URM Waingapu, jumlah orang yang kini diisolasi di RSUD URM Waingapu sebanyak 11 orang, dengan rincian delapan OTG (semuanya mahasiswa STT Sangkakala Jakarta), satu Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan dua Pasien Dengan Pengawasan (PDP), dan satu diantaranya juga adalah mahasiswa dari STT Sangkakala Jakarta.

Dengan adanya penambahan empat OTG ini, jumlah tempat tidur isolasi di RSUD URM Waingapu kini tersisa lima tempat tidur, karena hanya tersedia 16 tempat tidur untuk keperluan isolasi pasien ini. Karena itu Pemerintah Kabupaten Sumba Timur sedang mengupayakan tempat atau membangun rumah sakit darurat atau penyanggah untuk mendukung RSUD URM Waingapu, dalam menghadapi Pandemi Covid-19 saat ini.



“Kita butuh rumah sakit darurat untuk membantu RSUD menangani PDP, ODP, atau OTG dengan gejala ringan hingga sedang. Jadi hanya yang bergejala berat yang ditangani di RSUD,” jelas juru bicara Covid-19 Kabupaten Sumba Timur, dr. Chrisnawan Try Haryantana dalam jumpa pers di kantornya, Jumat (24/4/2020) malam.

Sedangkan data pelaku perjalanan yang masuk ke Sumba Timur berdasarkan rilis data Posco Covid-19 tersebut totalnya sudah sebanyak 3829 orang dan semuanya melakukan karantina mandiri, dengan rincian 1930 pelaku perjalanan sudah selesai masa karantina, sedangkan 1899 lainnya masih dalam masa karantina. Selanjutnya data ODP totalnya sebanyak 138 orang, dengan rincian 93 orang selesai masa pemantauan, dan 45 lainnya masih dipantau.




Ketua DPRD Kabupaten Sumba Timur, Ali Oemar Fadaq yang dihubungi wartawan Sabtu (25/4/2020) menjelaskan pemerintah sudah mempersiapkan beberapa hotel untuk nantinya bisa digunakan sebagai rumah sakit penyanggah jika jumlah pasien melebihi tempat tidur yang tersedia di RSUD URM Waingapu.

“Sudah pemerintah sudah siapkan beberapa hotel, termasuk dengan Puskesmas Kota Waingapu untuk menjadi penyanggah RSUD, dan kita DPRD dukung semua langkah pemerintah untuk penanganan Covid-19 ini,” tegasnya.(ONI)

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons