
MaxFM, Waingapu – Warga Kampung Tandulalulu, Desa Billa, Kecamatan Tabundung, Kabupaten Sumba Timur, Marthen Pindi Djawa (61) ditemukan meninggal dunia di bawah Jembatan Billa Selasa (28/12/2021) lalu. Korban ditemukan meninggal dunia setelah berusaha menyeberang sungai dengan kedalaman sekitar 1,5 meter.
Hal ini disampaikan Kapolres Sumba Timur, AKBP Handrio Wicaksono, S.IK kepada media ini melalui pesan WhatsApp, Senin (03/01/2022). Dijelaskannya korban ditemukan di bawah Jembatan Billa dan sudah dalam kondisi tidak bernyawa lagi setelah terseret banjir puluhan meter.
Dijelaskannya peristiwa naas yang menimpa korban ini terjadi saat korban hendak pulang ke rumah setelah habis melihat tanaman padi dan jagung di kebunnya yang berada di Kampung Rakang, RT 005, RW 003, Desa Billa. Dimana korban diperkirakan meninggalkan rumah ke kebun sekitar pukul 12.30 Wita.
Dijelaskannya korban hanya berada di kebun nya sekitar satu jam, karena sekitar pukul 13.30 Wita, saksi Leu Paddu Lemba melihat korban sudah dalam perjalanan pulang sehingga saksi sempat memberitahukan kepada korban agar berhati-hati saat hendak menyeberang atau menunggu teman untuk menyeberang bersama.
“Saksi (Leu Paddu Lemba) sempat ingatkan korban agar berhati-hati karena cuaca sudah mulai mendung,” jelas Handrio.
Mendengar penjelasan saksi, korban sempat mempertimbangkan untuk menunggu pekebun lainnya agar bisa menyeberang bersama. Namun setelah beberapa saat korban akhirnya memutuskan untuk mencoba menyeberang sendiri sehingga akhirnya terseret arus air.
“Korban sempat berusaha menyelamatkan diri dengan memegang rumput di tebing namun rumputnya tercabut sehingga korban terus terseret,” jelas Handrio mengutip penjelasan saksi.
Leu yang melihat korban mulai terseret banjir berusaha berteriak memberitahukan kepada pekebun lain, Antonius Leombani (37) untuk bersama mencari korban. Namun setelah mencari sekitar satu jam, kedua saksi belum berhasil menemukan korban sehingga keduanya memutuskan mencari korban ke aliran sungai yang lebih dangkal yakni di sekitar Jembatan Billa.
“Kedua saksi lalu menginformasikan kepada warga yang berada di atas jembatan bahwa ada orang tenggelam sehingga warga dan kedua saksi mencari bersama,” jelasnya.
Untuk diketahui kasus warga Tabundung yang meninggal karena tenggelam di Sungai Billa sepanjang tahun 2021 termasuk dengan Marthen Pindi Djawa sudah sebanyak empat orang dalam tiga kejadian. Dimana dua anak usia sekolah meninggal tenggelam 27 September 2021 lalu, dan satu warga yang mengidap penyakit ayan meninggal setelah terjatuh di selokan pada 8 Oktober 2021 lalu.(ONI)








