
MaxFM, Waingapu, Jamkesnews – Kepedulian Pemerintah dalam hal kesehatan bagi masyarakat memang tidak perlu diragukan lagi, hal tersebut dapat dilihat dari dibentuknya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang telah diundangkan pada tahun 2011 yang tertuang dalam Undang-undang nomor 24 tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.
Sebagai bentuk kepedulian Pemerintah manfaat Program JKN-KIS ini dirasakan oleh salah satu peserta JKN-KIS dari segmen peserta PBI APBN Marsinta R. Kabela Diala (17).
Pada tahun 2019 Marsinta didiagnosa lupus atau eritematosus dan menjalani rawat inap di sala satu rumah sakit di Kabupaten Sumba Timur, ia juga sempat dibawa ke Desa untuk melakukan pengobatan alternatif namun kondisi Marsinta tidak ada perubahan dan dibawa kembali ke kota.
Lupus merupakan penyakit autoimun kronis yang dapat menyebabkan peradangan di beberapa bagian tubuh seperti kulit, sendi ginjal, hingga otak. Penyakit lupus bisa menyerang siapa saja, tanpa memandang gender dan usia, tetapi lebih sering dialami oleh seorang wanita pada kondisi manusia normal sistem imun tentunya akan melindungi tubuh dari infeksi atau cedera tetapi saat seseorang mengalami yang namanya penyakit autoimun atau yang kita sering kenal dengan lupus, sistem imunnya justru menyerang sel, jaringan dan organ tubuh yang sehat.
Saat ditemui di tempat kediamannya, Marsinta menceritakan pengalaman berobat dengan menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS), “Saya sangat terbantu dengan adanya program JKN-KIS ini pengobatan lupus saya dapat ditanggung penuh BPJS Kesehatan, jelas Marsinta.
“Kami sangat beruntung telah menjadi peserta JKN-KIS, sehingga semua biaya pengobatan dapat ditanggung BPJS Kesehatan, pada tanggal 26 Oktober lalu saya baru melakukan aktivasi perubahan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang berada di Kabupaten Sumba Timur untuk mempermudah proses pemulihan, pelayanan yang saya dapat sangat ramah dan cepat”, ungkap paman marsinta.
Sejak tahun 2020 hingga saat ini Marsinta harus melakukan kontrol rutin di RSUD Umbu Rara Meha Waingapu, Ia pun mengungkapkan bahwa bahaya penyakit ini apabila tidak ditangani dengan baik dan biaya atau harga obat untuk penyakit autoimun ini tidak murah.
“Apa jadinya jika saya dan keluarga tidak menjadi peserta JKN-KIS, tentunya sudah banyak biaya yang saya keluarkan untuk pengobatan dan mungkin saya pun tidak sanggup untuk biaya tersebut jika kami keluarga tidak menjadi peserta JKN-KIS, Program JKN-KIS ini sangat berarti untuk kami”, ucap Marsinta
Ia dan keluarga mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada program JKN-KIS, tentunya kepada pemerintah yang telah mencanangkan program mulia ini, kepada BPJS Kesehatan yang telah menyelenggarakan program dengan sangat baik dan kepada fasilitas kesehatan yang telah memberikan pelayanan dengan sangat baik pula. (DM/dn)








