Scroll to Top
Tinggalkan Uang Fisik, Saatnya Indonesia Sambut Era Uang 100% Digital
Posted by maxfm on 13th Oktober 2026
Tinggalkan Uang Fisik, Saatnya Indonesia Sambut Era Uang 100% Digital [Foto: AI]

MaxFM WAINGAPU, SUMBA — Di tengah percepatan revolusi peradaban digital, Pakar IT dan Futurolog, Irjen Pol (Purn) Yehu Wangsajaya menegaskan bahwa masa depan uang adalah 100% digital.



Hal ini diamatinya dari masifnya penggunaan alat pembayaran Ali Pay dan WeChat Pay yang telah membumi di seantero China.

Menurutnya, dunia saat ini tidak lagi berada di ambang perubahan, melainkan sudah berada di tengah pusaran revolusi peradaban digital. Karena itu, adaptasi terhadap era uang digital menjadi keniscayaan yang tidak bisa ditawar.

Irjen Pol (Purn) Yehu Wangsajaya memaparkan tiga alasan utama mengapa Indonesia harus segera menyambut era uang digital.

Pertama, uang digital menjadi senjata paling ampuh membunuh Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).

Selama ini uang kertas fisik menjadi tempat persembunyian paling aman bagi kejahatan. Transaksi tunai dalam koper atau kardus tidak memiliki nama dan sangat sulit dilacak. Namun dalam sistem keuangan digital—terutama yang didukung teknologi enkripsi dan analitik mahadata—setiap rupiah yang berpindah memiliki jejak digital yang permanen dan transparan. KKN akan menghadapi jalan buntu.




Kedua, deteksi kejahatan finansial oleh kecerdasan buatan (AI).

Dengan ekosistem uang digital yang terintegrasi penuh, aliran dana suap, pemerasan, atau pencucian uang akan secara otomatis terdeteksi oleh sistem Artificial Intelligence. Teknologi akan menjadi pengawas yang tidak bisa disuap, memaksa terciptanya tata kelola pemerintahan dan bisnis yang bersih tanpa kompromi.

Ketiga, lompatan efisiensi nasional.

Keuangan digital memotong rantai birokrasi yang berbelit, menghemat triliunan rupiah biaya cetak dan distribusi uang fisik, serta memberikan akses finansial kepada masyarakat di pelosok negeri secara seketika (real-time).

Ia menekankan bahwa bangsa Indonesia tidak boleh tertinggal oleh negara lain yang sudah berlari meninggalkan sistem konvensional. Transformasi ini bukan sekadar perkara kemudahan memindai kode QR di ponsel pintar, melainkan tentang membangun fondasi transparansi nasional untuk mewujudkan visi Indonesia yang bermartabat.




“Mari kita tinggalkan rasa enggan terhadap teknologi. Pelajari, adaptasi, dan gunakan sistem digital dengan bijak. Perubahan menuju peradaban digital adalah keniscayaan mutlak, dan mereka yang menolak berubah akan tergilas oleh roda zaman,” pungkasnya. [Irjen Pol (Purn) Dr. Drs. Yehu Wangsajaya, M.Kom.]

Show Buttons
Hide Buttons
;