Scroll to Top
Pohon Masa Depan Penghasil Bio Avtur Mulai Dikembangkan di Sumba Timur, Pemerintah Optimis Berhasil
Posted by maxfm on 20th April 2026
Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali di Lokasi Penanaman Pogamia di Desa Matawai Maringu, Senin, 20 April 2026 [Kolase Foto : Heinrich Dengi]

MaxFM Waingapu, SUMBA – Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali melakukan penanaman tanaman Pongamia pinnata / Malapari dalam acara Groundbreaking Pilot Proyek Penelitian dan Pengembangan Pohon Pongamia pinnata sebagai Bahan Baku Biofuel di Lahan Marginal di desa Matawai Maringu, Kabupaten Sumba Timur, NTT, Senin 20 April 2026.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi strategis antara Pemerintah Daerah Sumba Timur, PT
Santi Energi, BRIN, dan Terviva untuk membudidayakan Pongamia / Malapari sebagai bahan baku biofuel.



Pongamia dikenal luas sebagai pohon keras yang juga sudah tumbuh baik di bebebrapa daerah Sumba Timur ini, diproyeksikan sebagai energi terbarukan yang mampu menggantikan ketergantungan pada bahan bakar diesel atau solar yang ketersediaannya semakin menipis.

Bupati Umbu Lili Pekuwali menyampaikan pemerintah Sumba Timur menyambut baik inisiatif ini karena Malapari dianggap memiliki daya tahan tinggi di berbagai iklim dibandingkan komoditas energi hijau sebelumnya yang kurang berkelanjutan.



“Pemerintah daerah mendukung program ini, apalagi tanaman ini tanaman alternatif energi terbarukan, dan bisa tumbuh di daerah kering seperti ini, kita punya potensi lahan yang cukup sehingga kit aberupaya untuk bisa diujicobakan, apalagi tanaman ini sudah ada dan tumbuh liar, kami yakin pasti berhasil, dan jika berhasil ke depannya kita bisia pakai sebagai salah satu sumber pendapatan masyarakat untuk memanfaatkan lahan-lahan yang masih kosong ini,” jelas Bupati Umbu Lili Pekuwali di lokasi groundbreaking.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama Kevin Swanepoel dari Perusahaan Terviva menjelaskan rencana pengembangan Pongamia di Sumba akan dimulai pada skala awal 5 Ribu hektar jika uji coba ini berhasil akan dilanjutkan hingga 25 Ribu hektar.

“Tanaman ini memiliki potensi ekonomi yang signifikan bagi masyarakat lokal karena diproyeksikan menjadi sumber pendapatan baru melalui pemanfaatan lahan yang sebelumnya kurang produktif, tanaman ini sangat cocok ditanam di lahan-lahan kosong yang terbuka dan sulit ditanami komoditas lain karena keterbatasan air. Hal ini memungkinkan masyarakat untuk mengoptimalkan lahan yang selama ini tidak menghasilkan.

Selain itu Kevin Swanepoel bilang di lokasi tanam Pongamia akan dilakukan Integrasi dengan sektor peternakan.




“Daunnya mengandung minyak dan memiliki rasa pahit sehingga kemungkinan besar tidak akan dimakan oleh ternak seperti sapi atau kambing, dengan demikian, lahan di bawah tegakan pohon tetap dapat dimanfaatkan sebagai area penggembalaan tanpa merusak tanaman energi tersebut,” ujar Kevin Swanepoel dari Terviva.

Kevin Swanepoel juga menegaskan, hasil utama dari tanaman ini akan digunakan sebagai bahan bakar pengganti Avtur untuk pesawat terbang – bio avtur juga bisa jadi biodiesel, serta hasil sampingnya bisa dipakai untuk pakan ternak dengan kualitas yang tinggi. [HD]

Show Buttons
Hide Buttons