Scroll to Top
Sumba Timur Berlakukan PPKM
Posted by maxfm on 16th Januari 2021
| 809 views
Sekda Sumba Timur, Domu Warandoy [Foto: Heinrich Dengi]

MaxFM, Waingapu – Pemerintah Kabupaten Sumba Timur memutuskan untuk menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di wilayah Kabupaten Sumba Timur, yang mulai berlaku sejak Sabtu (16/1/2021) hingga 31 Januari 2021 mendatang. PPKM ini diambil untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sumba Timur yang angka penyebaran dari transmisi yang terus meningkat.



Wakil Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumba Timur, Domu Warandoy, SH., M.Si menyampaikan hal ini kepada MaxFm melalui sambungan telepon dengan Radio MaxFm Waingapu, Sabtu (16/1/2021). Dijelaskannya sejumlah poin penting kembali diuraikan dalam Surat Edaran Bupati Sumba Timur dengan Nomor: Kesra.400.104/I/2021 tersebut.

Diantaranya adalah pemberlakuan kerja dari rumah atau Work From Home (WFH) untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Kabupaten Sumba Timur dengan komposisi 75 persen, sedangkan hanya 25 persen saja ASN yang akan masuk bekerja dari kantor, dan diatur secara berkala untuk tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat.




Mengenai proses pembelajaran di sekolah-sekolah tetap dilakukan secara daring dan luring atau luar jaringan untuk sekolah-sekolah yang berada di wilayah dengan kondisi signal yang tidak memungkinkan untuk pemberlakuan secara daring, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan secara ketat.

“Aktivitas esensial yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan masyarakat juga boleh tetap berlaku 100 persen, dengan pemberlakuan protokol kesehatan yang ketat,” ungkapnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumba Timur ini juga menambahkan pusat-pusat perbelanjaan seperti mini market, toko, restoran hingga cafe juga dilakukan pembatasan layanan hingga pukul 20:00 Wita, sedangkan pasar tradisional dibuka dalam dua sesi setiap hari yakni pukul 05:00-10-00 Wita untuk pagi hari dan dibuka lagi pada sore hari pukul 16:00-19:00 Wita.



Ditambahkannya untuk kegiatan konstruksi tetap dilaksanakan 100 persen dengan pemberlakuan protokol kesehatan yang ketat, sedangkan moda transportasi umum juga diminta untuk memberlakukan pembatasan penumpang untuk memenuhi standar protokol kesehatan.

“Untuk pelaku perjalanan melalui penerbangan, pelayaran, maupun perjalanan darat diwajibkan menunjukkan hasil RT-PCR negatif atau hasil non reaktif rapid antigen,” jelasnya.

Domu Warandoy menegaskan PPKM ini diberlakukan untuk menekan peningkatan kasus baru positif Covid-19 di Kabupaten Sumba Timur yang terus meningkat sejak awal Januari 2021 hingga saat ini. Karenanya diharapkan dengan pemberlakuan PPKM ini hingga akhir bulan Januari mendatang dapat menekan peningkatan kasus baru positif Covid-19 di Kabupaten Sumba Timur.



“Tersisa 84 sampel kita yang belum keluar hasil saat ini, dan kita harapkan tidak ada lagi peningkatan kasus di sampel tersisa. Namun jika masih ada kasus baru yang muncul dari 84 sampel tersisa, kita harapkan dengan PPKM sampai dengan akhir bulan Januari ini, bisa menekan peningkatan kasus dari transmisi lokal saat ini,” tandasnya.(TIM)

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons