Scroll to Top
Penyintas Covid-19 Itu Istimewa
Posted by maxfm on 19th Januari 2021
| 458 views
Penanggung Jawab UTD RSUD Umbu Rara Meha – dr. Maria Hera, Sp.PK [Foto: Heinrich Dengi]

MaxFM, Waingapu – Orang yang berhasil sembuh dari Covid-19 atau disebut penyintas adalah orang-orang yang istimewa karena memiliki anti kekebalan dalam tubuh tanpa vaksin. Istimewanya juga, para penyintas Covid-19 ini dapat membantu mengurangi angka pasien kritis di ruang intensif Covid-19 secara signifikan dengan menyumbangkan plasma darah nya kepada pasien positif Covid-19 yang masih dirawat.



Dokter spesialis patologi klinik di Rumah Sakit Umum Daerah Umbu Rata Meha (RSUD URM) Waingapu, dr. Maria Hera menyampaikan hal ini kepada MaxFm melalui sambungan telepon dengan Radio MaxFm Waingapu, Senin (18/1/2020). Dijelaskannya untuk dapat mendonorkan plasma kepada pasien positif Covid-19, penyintas Covid-19 harus melalui proses skrining darah dan memenuhi kriteria yang dipersyaratkan.

“Penyintas Covid-19 ini memiliki antibodi yang spesifik terhadap Covid-19, karena mereka sudah berhasil melawan Covid-19 tanpa vaksin, sehingga kita bisa katakan saudara-saudara kita penyintas Covid-19 ini istimewa,” ungkapnya.

Dokter Maria menjelaskan seorang penyintas Covid-19 yang dapat menyumbangkan plasma darahnya untuk pasien positif Covid-19 haruslah sudah berusia minimal 17 tahun dan memiliki berat badan normal sebagaimana syarat bagi pendonor darah umumnya. Namun sang penyintas juga harus melalui skrining darah untuk beberapa jenis penyakit yang dapat menular melalui transfusi darah, dan juga memiliki kadar netralitas antibodi terhadap Covid-19.




Namun untuk bisa menyumbangkan plasma konvalasen ini, pendonor harus menyetujui untuk plasma nya disumbangkan kepada pasien positif Covid-19. Karena jika tidak disetujui oleh penyintas Covid-19, berarti pihak rumah sakit tidak boleh melakukannya.

Dokter Maria menambahkan, karena pihaknya belum memiliki aparensif di Unit Donor Darah (UDD) RSUD URM Waingapu sehingga pengambilan darahnya akan diambil untuk seluruh komponen darah dalam kantong Darah yang utuh yakni 350 cc, kemudian baru dilakukan pemilahan komponen-komponen darahnya dan plasma darahnya dapat disumbangkan kepada pasien positif Covid-19.




“Karena kita ambil semua komponen darahnya, sehingga kadar hemoglobin dalam darahnya harus diatas 12,5 dan kadar netralisasi antibodinya harus berada diatas 80 unit per liter, untuk nantinya plasma darahnya bisa kita pakai untuk pasien positif Covid-19,” urainya.

Perempuan berkacamata ini juga menambahkan, sepengetahuan dirinya untuk saat ini di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pengambilan plasma darah ini baru bisa dilakukan di UDD Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi NTT dan di UDD RSUD URM Waingapu, sehingga diharapkan penyintas Covid-19 juga bisa bersedia untuk menyumbangkan plasma darahnya kepada pasien positif Covid-19.

“Saat ini sudah ada dua yang sudah kita ambil, dan empat lainnya masih menunggu hasil pemeriksaan kadar netralitas antibodinya di Kupang. Sedangkan lainnya tidak memenuhi syarat karena masih dibawah 17 tahun, dan sebagian lainnya memang belum bersedia,” ungkapnya.

Dokter Maria juga menghimbau kepada masyarakat Sumba Timur agar tidak memberikan sikap antipati atau diskriminasi terhadap pasien positif Covid-19, sebab tidak seorangpun mau untuk sakit. Karena berdasarkan pendekatan yang dilakukan pihaknya kepada penyintas Covid-19 ada yang menolak untuk menyumbangkan plasma darahnya karena masih memiliki pengalaman traumatis saat terkonfirmasi positif Covid-19.



“Covid-19 itu bukan aib, jadi marilah kita peduli kepada sesama kita dan tidak memodifikasi mereka,” tandasnya.(TIM)

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons