Scroll to Top
Pembukaan Sekolah Tatap Muka Masih Dikaji
Posted by maxfm on 9th Januari 2021
| 369 views
Ir. Yunus D. Wulang, Kepala Dinas Pendidikan Sumba Timur [Foto: Heinrich Dengi]

MaxFM, Waingapu – Pembukaan sekolah tatap muka untuk tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), maupun tingkat Taman Kanak-kanak (TKk) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di kecamatan-kecamatan yang berada di wilayah zona hijau di Kabupaten Sumba Timur masih dikaji untuk dilakukan atau tidak.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumba Timur, Ir. Yunus B. Wulang menyampaikan hal ini melalui sambungan telepon dengan Radio MaxFm. Dijelaskannya khusus untuk lima kecamatan yang saat ini berada dalam zona merah penyebaran Cocid-19 dipastikan tetap melakukan pembelajaran jarak jauh atau belajar dari rumah.



“Untuk yang zona merah jelas tetap BDR,” jelasnya.

Sedangkan untuk kecamatan-kecamatan yang berada di zona hijau penyebaran Covid-19, masih menunggu keputusan dari Bupati Sumba Timur, Drs. Gidion Mbilijora, M.Si., apakah akan dilakukan pembukaan pembelajaran tatap muka di satuan-satuan pendidikan ini atau tetap BDR.

“Kita sudah usulkan kepada pak bupati untuk diputuskan apakah tetap BDR atau bisa lakukan pembelajaran tatap muka,” urainya.

Untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka sendiri, menurut Yunus harus merujuk pada Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri yakni Mendagri, Mendikbud, Menag dan Menkes, terkait penerapan protokol kesehatan di setiap satuan pendidikan yang berada di wilayah zona hijau dan orange.

Namun keputusan untuk membuka pembelajaran tatap muka ini sendiri memberikan kewenangan sepenuhnya kepada pemerintah daerah, sekolah dan orang tua, untuk menentukan apakah dilaksanakan pembelajaran tatap muka atau tidak, dan tetap dilakukan melalui pembelajaran daring.




“Orang tua juga berhak untuk tidak mengirimkan anaknya ke sekolah tatap muka jika masih ragu,” tambahnya.

Jika tetap harus melakukan pembelajaran tatap muka, setiap satuan pendidikan harus dipastikan melakukan persiapan untuk pelaksanaan protokol kesehatan secara ketat, yakni penggunaan masker dan face shield, menyediakan tempat cuci tangan dengan air yang mengalir dan sabun, hingga pengaturan jumlah siswa dalam setiap rombongan belajar untuk memenuhi standar jarak aman satu hingga dua meter antar siswa.

“Pembukaan sekolah tatap muka harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat, karena keselamatan anak didik, guru dan masyarakat sekitarnya adalah yang terpentin,” tegasnya.



Yunus juga mengharapkan kepada semua pihak untuk tetap waspada, sehingga jika pembelajaran tatap muka benar dapat dilaksanakan di kecamatan-kecamatan zona hijau, tidak tercipta klaster dari satuan pendidikan.

“Orang tua dan guru-guru diminta agar terus mengingatkan kepada peserta didik untuk menaati protokol kesehatan yang sudah ditetapkan,” tandasnya.(TIM)

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons