Scroll to Top
Belalang Kembara Habiskan Jagung dan Padi Petani Kiritana
Posted by maxfm on 23rd Juli 2020
| 398 views
Joni Meta Hiwa Petani Jagung di Desa Kiritana Sumba Timur, Rabu (22/03/20200 [Foto: Heinrich Dengi]

MaxFM, Waingapu – Belalang Kembara atau Locusta Migratoria kian mengganas dan memasuki lahan-lahan pertanian petani yang sedang diolah, terutama lahan pertanian yang berada di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS). Karena itu, dalam sekejab lahan pertanian petani di Desa Kiritana, Kecamatan Kambera yang ditanami jagung seluas dua hekta are dan Padi seluas lebih dari satu hekta are habis dilalap koloni belalang.



Sejumlah petani yang ditemui wartawan media ini di lokasi pertanian tersebut, Rabu (22/7/2020) mengaku belalang kembara berusia dewasa ini turun di lahan pertanian mereka sejak Sabtu (19/7/2020) lalu dan langsung melahap habis daun jagung dan padi yang sudah hampir keluar mayangnya tersebut. Sejumlah upaya dilakukan untuk menghalau kawanan belalang ini, namun semuanya sia-sia karena kawanan belalang ini hanya menghindar sebentar lalu kemudian kembali turun di lahan mereka.

Yunita Yowa Yani (42), warga RT 02, RW 01, Dusun 1, Desa Kiritana mengaku luas lahan sawahnya kurang-lebih satu hekta are yang ditanami padi jenis Ciherang langsung nyaris rata dengan tanah dimakan belalang. Selain itu jagung milik sejumlah anggota kelompok tani di tempat itu juga daunnya habis dimakan belalang sehingga tersisa batang dan buler jagung yang belum siap panen.




Menurutnya petani setempat sempat berusaha untuk mengusir kawanan belalang yang datang dari balik bukit dekat pemukiman warga masyarakat setempat. Upaya untuk menghalau belalang itu dengan cara membakar rerumputan kering yang ada di sekitar kebun, hingga mencoba membuat kebisingan di dalam kebun, namun kawanan belalang ini hanya bergeser sebentar lalu kemudian kembali lagi ke kebun.

“Kami akhirnya pasrah saja karena tidak sanggup lagi menghalau belalang dan hanya bisa menonton belalang memakan padi dan juga jagung kami,” jelasnya.

Yunita Yowa Yani Menunjukkan Jagung di Kebunnya, Meski ada isi tapi sudah kempes biji jagungnnya [Foto: Heinirch Dengi]

Mengenai nasib padi di sawahnya, Yunita mengaku jika dialiri air kembali padi tersebut dapat tumbuh lagi. Namun hasilnya akan jauh lebih sedikit jika tidak dimakan belalang seperti saat ini. Namun hal itu juga hanya bisa dilakukan jika kawanan belalang yang hingga saat ini masih berada di sekitar kebun mereka benar-benar pergi menjauh.

“Ini hasilnya bisa dua ton gabah. Tetapi sudah dimakan belalang jadi kalaupun bisa diairi lagi, paling banyak bisa seperempat ton,” jelasnya.




Yunita juga mengaku kehadiran koloni belalang di kebun dan sawah mereka ini sudah langsung dilaporkan kepada brigade pengendali belalang, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Sumba Timur. Namun petugasnya hanya pergi mengambil foto belalang lalu kembali dan belum membawa obat untuk menyemprot kawanan belalang tersebut.

“Petugasnya datang foto hari Senin (20/7/2020) dan katanya mau datang semprot hari ini (Rabu, 22/7/2020) tetapi belum datang juga ini,” keluhnya.

Petani lainnya, Joni Meta Hiwa (53) secara terpisah mengaku tanaman jagung miliknya dan sejumlah anggota kelompok tani lainnya totalnya mencapai dua hekta are dan semuanya tersisa batang karena daunnya habis dimakan belalang. Kondisi ini jelas mengakibatkan kerugian bagi mereka sebagai petani. Karena jagung yang habis dimakan belalang ini sesungguhnya tinggal menunggu waktu untuk dipanen.



Joni yang juga Wakil Ketua BPD Desa Kiritana ini mengaku jagung miliknya dan anggota kelompok tani lainnya sudah ditanam sejak Bulan April 2020 lalu, sehingga jagung sudah mulai ada buler dan biji jagungpun sudah mulai mengeras. Namun karena dimakan belalang, kini isi jagung kembali menyusut dan dipastikan tanaman jagung seluas kurang-lebih dua hekta are tersebut akan gagal panen.

“Ini isi jagung sudah mulai kempes (mengeriput) dan besok-besok pasti akan makin kempes. Jadi kami jelas tidak bisa mengharapkan panen lagi jagung ini. Karena ini jagung lokal jenis lamuru, jadi harus sampai kering dan ini jelas tidak mungkin lagi,” tegasnya.

Diharapkannya ke depan pemerintah melalui dinas teknis terkait bisa memberikan perhatian lebih, sehingga masyarakat tidak harus berhadapan lagi dengan masalah belalang tanpa solusi seperti sekarang ini. “Kalau ada program tanam jagung panen sapi itu baik, tetapi kalau belalang sudah makan kasih habis jagung begini, kami tidak tahu lagi mau buat apa,” tandasnya.




Untuk diketahui, sampai dengan saat ini belalang kembara ini sudah menyerang dj delapan kecamatan di Sumba Timur dan terdapat ribuan titik serangan koloni belalang inj.(ONI)

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons