Scroll to Top
Stuba ke Sumba Timur, Tim Kementerian Pendidikan Afganistan disambut Tarian Kandingan
Posted by maxfm on 8th Maret 2020
| 274 views
Anak-anak SDM Mbatakapidu menari menyambut tim Kementerian Pendidikan Afganistan. (FOTO: ONI)

MaxFM, Waingapu – Tim Kementrian Pendidikan Afganistan yang didampingi tim dari USAID melakukan studi banding (Stuba) ke sejumlah sekolah dasar di wilayah Kabupaten Sumba Timur. Dalam kunjungan tim ini disambut dengan tarian Kandingan dan tarian kreasi baru di setiap sekolah yang dikunjungi.

Hal ini tampak saat tim ini mengunjungi Sekolah Dasar Inpres (SDI) Laipori, SDI Wera, dan SD Masehi Mbatakapidu beberapa waktu lalu. Diiringi pukulan gong dan gendang, sejumlah anak sekolah di sekolah-sekolah ini dengan ceria menyambut tamu mereka dengan tarian Kandingan maupun tarian kreasi baru.



Tim Stuba ini kemudian berdiskusi dengan kepala sekolah, pengurus komite dan memantau proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang berlangsung di setiap kelas dan juga perpustakaan sekolah-sekolah tersebut. Tim ini kemudian tertarik dengan adanya pengalokasian dana Biaya Operasional Sekolah (BOS), keterlibatan orang tua murid dan elemen terkait dalam wadah komite sekolah, dan keleluasaan pihak sekolah mengelola dana BOS untuk pengadaan buku tematik untuk mendukung kreatifitas KBM di sekolah.

Direktur Kebijakan Umum dan Perencanaan, Kementerian Pendidikan Afganistan, Arian Abdul Wassai saat memimpin satu tim Stuba di SDI Wera mengapresiasi sejumlah keunggulan pendidikan di Indonesia umumnya dan Sumba Timur khususnya. Dijelaskannya, terdapat sejumlah kesamaan antara kondisi lingkungan dan proses pembelajaran antara Indonesia dan Afganisthan. Namun disisi lain, pendidikan Indonesia, khususnya di sekolah-sekolah yang dikunjungi telah memberikan nilai baru bagi mereka untuk kemudian dapat diduplikasi dan diterapkan di Afganistan.

“Secara umum sekolah-sekolah di Indonesia (Sumba Timur) juga sama seperti di Afganisthan yang berada di daerah perbukitan dan jauh dari kota. Namun proses pembelajarannya cukup bagus karena mendapat dukungan yang baik dari pemerintah dan juga orang tua murid atau melalui komite,” jelas Arian.

Hal senada disampaikan Deputy Chief of Party Kabul, Saifullhaq Rahimi yang memimpin tim ke SDI Laipori. Menurutnya kelas pendidikan di Sumba Timur-Indonesia cukup baik dan efektif, karena memiliki jumlah siswa yang relatif sedikit dan memungkinkan gurunya memanage proses pembelajaran dengan baik, sesuai dengan karakter dan kemampuan anak-anak.




Dimana hal ini menurut Rahimi hal ini juga terdapat di Afganistan. Namun juga banyak sekolah di Afganistan yang kelasnya mencapai 70 hingga 80 anak, bahkan fasilitas sekolahnya juga minim sehingga sebagian kelas dilakukan di bawah pohon. “Kami mendapat pengetahuan yang cukup baik disini (Sumba Timur-Indonesia), karena proses pembelajarannya sungguh luar biasa. Dimana anak-anak dibimbing dengan cara yang baik, bahkan dengan senyum para guru membimbing setiap anak untuk mengikuti pembelajaran. Jadi tentu kami akan mencoba menerapkannya di Afghanistan nantinya,” urainya.

Konsultan USAID, Stuart Westan menguraikan, dunia pendidikan Afganistan sedang berkembang kearah yang lebih baik saat ini. Karena itu, apa yang ditemukan di sekolah-sekolah yang ada di Sumba Timur saat ini telah memberikan pengetahuan dan referensi yang cukup untuk nantinya bisa dikembangkan dan diterapkan di Kementerian Pendidikan Afganistan.

“Pendidikan di Afganistan lagi berkembang. Dimana sebelumnya hanya ada sekitar satu juta pelajar, sekarang sudah sekitar sembilan juta pelajar, dan ini adalah sesuatu yang baik. Jadi pengalaman berkunjung ke Sumba Timur dan Kementerian Pendidikan Indonesia di Jakarta, akan memberikan referensi bagi mereka (Kementerian Pendidikan Afganistan), untuk mempercepat peningkatan kualitas pendidikan disana,” jelasnya.

Menurutnya stabilitas keamanan di Afganistan yang semakin membaik saat ini setelah adanya penandatanganan perdamaian antara Washington dan Kabul beberapa waktu lalu, ikut memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan pendidikan disana. Karena itu, keadaan pendidikan di Sumba Timur yang lagi berkembang, cukup memberikan informasi bagi tim Kementerian Pendidikan Afganistan untuk dipelajari dan kemudian diterapkan di Afganistan.



“Selama ini pendidikan di Afganistan masih sangat sentralistik. Bahkan sebelumnya kaum perempuan tidak mendapatkan kesempatan bersekolah. Namun saat ini sudah mulai lebih terbuka, dan ini akan sangat baik untuk perkembangan pendidikan anak-anak disana,” tandasnya.(ONI).

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons