Scroll to Top
SEKALI PANEN SAYUR WARGA DAPAT 48 JUTA
Posted by maxfm on 17th Juli 2018
| 325 views
Bupati, Wakil Bupati, Sekda Sumba Barat Panen Perdana Sayur Organik di Kebun KT Jemaat GKS Hupumada Cabang Toupopu Wanokaka [Foto: Ignas Kunda]

MaxFM, Waingapu – Kegembiraan dan rasa syukur atas hasil betanam sayur terpancar dari sejumlah petani di desa Hupumada, Kecamatan Wanokaka, Kabupaten Sumba Barat, NTT, karena Bupati Sumba Barat , Niga Dapa Wole membeli semua sayuran jenis sayur yang ada di 48 bedeng dengan harga 48 juta rupiah.

“Supaya tambah memberi semangat buat jemaat dan warga di sini kita beli semua 48 bedeng dengan harga satu juta per bedeng, jadi terima kasih buat warga jemaat telah berbuat yang baik dengan demikian Tuhan memberkati asal dilakukan dengan tulus”. Kata Niga ketika memanen sayur kepada petani 25 petani yang tanam bersama.



Menurut Bupati Sumba Barat ini adalah sebuah contoh bagus yang harus diikuti oleh masyakat lain di Sumba Barat karena selama ini area bantaran sungai sangat sedikit sekali diusahakan waga karena kesulitan air dimana warga haus menimba air untuk menyiram.

“Sungai ini yang ada di sini kalau tidak dimanfaatkan maka bisa membuat Tuhan marah, harapannya petani di sini bisa menjadi virus buat petani lain”. Kata Niga.

Musim kemarau panjang hingga sembilan bulan di sumba sungguh membuat sebagian besar petani kesulitan untuk menanam di musim kemarau. Para petani total hanya menanam jagung pada musim hujan.

“Musim kemarau kami juga tanam sayur namun hanya sedikit lahan yang terpakai kaena air harus ditimba, namun setelah ada pompa barsha kebutuhan air melimpah sehingga kami bisa tanam seluas-luasnya dan siap untuk dijual” . Ungkap Marthen Deta, Ketua kelompok petani jemaat Hupumada.

Bupati Sumba Barat Niga Dapawole Berjalan di Antara Bendeng Sayur di Kebun KT Jemaat GKS Hupumada Cabang Toupopu Wanokaka [Foto: Ignas Kunda]

Marthen menyatakan adanya ketersediann air cukup membuat warga semangat menanam, bantuan dari Yayasan Komunitas Radio Max Waingapu lewat pompa barsha yang hanya di simpan di sungai lalu mengangkat air ke lahan di bantaran sungai sangat membantu karena tak ada biaya bahan bakar.




Selain itu mereka juga belajar bertani yang benar. Baginnya selama ini warga hanya asal menanam sayur sehingga mudah terserang penyakit sehingga sedikit yang dipanen, namun dengan ilmu yang didapat mereka bisa bertani atau bertanam secara organik dengan memanfaatkan bahan alami di sekitar tempat tinggal untuk dijadikan pupuk serta pestisida nabati dengan bahan- bahan yang tesedia sekitar dan mudah didapat.

“selama ini kami tidak tahu namun sekarang sangat mudah dan tidak ada biaya yang dikeluarkan ketika membuat pupuk atau pestisida nabati karena semuanya berada dari alam sekitar kami”. Kata Marthen.

Pompa Barsha di Sungai Wanokaka Sumba Barat [Foto: Ignas Kunda]

Sementara itu Heinrich Dengi dari Yayasan Komunitas Radio Max Waingapu yang mendampingi Kelompok Tani di Jemaat GKS Hupumada mengatakan skema pemakaian pompa Barsha ini bukan gratis, melainkan sistim sewa.

“Selama ini kita tahu bersama banyak bantuan dari berbagai pihak ke masyarakat diberikan secara cuma-cuma atau gratis dan barang yang diberikan menjadi milik kempok, tetapi kami dari Radio Max Waingapu Foundation senang dengan kerjasama ini karena penerima manfaat pompa Barsha melalui kesepakatan menyewa atau berbayar sesuai dengan kesepakatan bersama antara pihak Yayasan dan Kelompok Tani, jadi pompa tetap milik Yayasan, kalau kelompok tidak mau menggunakan tidak apa, pihak Yayasan akan mengambil pulang pompa ini,” jelas Heinrich Dengi dari Radio Max Waingapu Foundation di Wanokaka, Senin (16072018).



Masih kata Heinrich Dengi, dari hitungan tim teknis Yayasan Radio Max Waingapu pompa Barsha di Wanokaka bisa memompa air hingga 30Ribu liter air setiap hari tanpa menggunakan BBM fosil, dan di lokasi ini air yang digunakan sekira 10 ribu liter yang 20Ribu liter masih belum maksimal dimanfaatkan.

Dari pantauan maxfmwaingapu.com di Wanokaka, ketersediaan air lewat pompa barsha sangat membantu petani karena hanya memanfaatkan arus air sungai lalu pompa digerakkan dan memompa air air dari sungai ke bantaran sungai dengan beda tingga lebih dari dua meter. Pompa Barsha produksi aQysta Belanda mampu memompa air secara vertikal setinggi 20 meter dan dapat memompa air sejauh 2 KM dari lokasi pompa diletakkan. [ Ignas Kunda ]

Print Friendly, PDF & Email