LATEST NEWS
Bantah Ada Demosi, Bupati Sumba Timur Tegaskan Mutasi Pejabat Sesuai Regulasi
Bupati Sumba Timur Temui Massa Aksi, Dukung Penuh Penghentian Tambang Ilegal
Puluhan Mahasiswa di Sumba Timur Demo Tolak Tambang Emas Ilegal, Sempat Ricuh di DPRD
7 Saksi Diperiksa, Polres Sumba Timur Naikkan Kasus Emas Ilegal ke Tahap Penyidikan
AKBP Gede Harimbawa: Tiga Tersangka Penambangan Emas Ilegal Diamankan, Terancam Hukuman Berat
Kapolres Sumba Timur: Satu Tersangka PETI di Taman Nasional Matalawa Diamankan, Dua Masih Buron
Perahu Kayu dan Dayung Bambu Jadi Saksi Perjuangan Guru dan Warga Melewati Kerasnya Arus Sungai Kambaniru
Bertentangan dengan Pengakuan Warga, Data Pertanahan Tegaskan Tambang Emas Liar di Sumba Timur Berada di Kawasan Taman Nasional Matalawa
Lebih dari 500 Mahasiswa Berebut 142 Kursi Beasiswa Humba Cerdas Sumba Timur
Tim SAR Gabungan Temukan Seorang Ibu Tenggelam di Cekdam KM 9 Desa Oetalus, Kefamenanu, TTU
Serangan Kembara Menggila di Kambaniru
MaxFM, Waingapu – Mama Wanyi Kale (70) di Maukaba, Kelurahan Kambaniru, Kecamatan Kambera, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, NTT, cuma bisa berusaha semampunya untuk menghalau gelombang belalang Kembara yang hinggap di kebunnya dan menyerang tanaman jagung, bawang merah dan labu, dirinya pasrah.
Kata dia belalang kembara sudah menyerang di sekitar rumahnya sejak kemarin. Hari ini Senin (12/06/2017) sejak jam 7 pagi belalang sudha penuh di kebun dan dirinya hanya bisa mengusir belalang dari tanaman yang terlihat menghijau dikebunya.







