Scroll to Top
Belalang Kembara : Sejarah dan Taksonomi
Ditulis oleh maxfm on 17th Juni 2017
| Dilihat 1175 kali
Mariana Silvana Moy, SP, M.Si., Progdi Agroteknologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Kristen Wira Wacana Sumba [Foto: Heinrich Dengi]

MaxFM, Waingapu – Sejak kemunculannya setahun yang lalu, Belalang kembara menjadi satu trending topik di masyarakat Sumba Timur. “Mengapa belalang bisa muncul?” Merupakan, satu dari sekian banyak pertanyaan yang diajukan semua pihak, baik masyarakat awam, masyarakat akademisi, praktisi, pemerintah maupun pembuat kebijakan.

Belalang kembara dikelompokkan ke dalam Kerajaan Hewan, Kelas Serangga, Ordo Orthoptera, Famili Acrididae, Genus Locusta. Organisme ini hidup dalam ekosistem darat, dan merupakan salah satu bagian dalam jaring-jaring makanan. Sehingga secara alami, belalang kembara hidup dan menjadi penghuni dalam suatu ekosistem.

Belalang Kembara di Kalu SUmba Timur [Foto: Heinrich Dengi]

Organisme dengan tungkai 3 pasang ini mempunyai beberapa sub-spesies dengan wilayah penyebaran yang berbeda-beda, yaitu : Locusta migratoria migratroides di Afrika sebelah selatan dari Gurun Sahara, L. m. cinerascens dan L. m. gallica di sekitar Mediterania, L.m. migratoria di Eropa Timur, Cina Utara, Korea, Jepang; L.m. rossica di Rusia dan negara-negara sekitarnya serta Eropa Tengah; dan L.m. manilensis di Taiwan, Filipina, Vietnam, Kamboja, Thailand, Malaysia, dan Indonesia.

Belalang Kembara di Kalu Sumba Timur [Foto: Heinrich Dengi]

L. m. manilensis yang meledak populasinya saat ini di Kabupaten Sumba Timur, dikenal juga dengan nama Belalang Kembara Oriental. Berdasarkan sejarah, ledakan organisme ini telah tercatat sebanyak tiga kali, yaitu, ledakan populasi pertama ditemukan pada tahun 1973 hingga 1979, kemudian terjadi lagi ledakan populasi di tahun 1998 hingga 2002, dan ledakan ke-3 terjadi sejak bulan Juni tahun 2016 hingga sekarang. Rentetan kejadian alam ini, menempatkan Kabupaten Sumba Timur sebagai salah satu kantong populasi belalang kembara di Indonesia. [Mariana Silvana Moy, SP, M.Si., Progdi Agroteknologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Kristen Wira Wacana Sumba, Email: yanemoy@gmail.com]

Print Friendly, PDF & Email
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterEmail this to someone
Berita lainnya:close