Belajar Dari Mama Dorkas
Ditulis oleh Heinrich Dengi on 30th Juni 2017
| Dilihat 416 kali
Mama Dorkas di kebun dengan bibit sayur kol di tangannya [Foto: Heinrich Dengi]

 

MaxFM, Waingapu – Siapa bilang tanah kita di Sumba Timur tidak menjanjikan secara ekonomi?

Tentu saja tidak bisa dipungkiri kalau tanah kita banyak yang tandus, berbatu, seolah hanya rumput yang bisa tumbuh, tanaman lain jangan harap bisa bertahan hidup. Tetapi hamparan tanah subur dan melimpah sumber air juga banyak tersebar di wilayah ini, di Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, NTT.

Kalau saja tanah kita dikerjakan dan diolah dengan sungguh, tentu saja akan memanen hasil melimpah.

Sebut saja Mama Dorkas, saat ini usianya sudah lebih dari 60 tahun, tinggal di Kalu, kelurahan Prailiu. Sejak puluhan tahun lalu sudah bergumul dengan tanah dan sayur.

Mama Dorkas Membantu Tanam Sayur [Foto: Heinrich Dengi]
“Dari sejak saya muda saya sudah tanam sayur, bahkan sampai saya menikah dan memiliki anak 7 orang, kami hidup dari menanam dan menjual sayur di Waingapu sini,” jelas Mama Dorkas di kebun persemaian sayur yg sedang saya kerjakan di Kalu.”Anak saya 7 orang semuanya sarjana, saya dan suami saya (almarhum) membiayai biaya sekolah dan kuliah anak-anak semua dari hasil sayur,” tambah dia.

Saat ini Mama Dorkas dalam masa tuanya tetap menanam sayur di kebun salah satu kerabatnya di Kalu. Sayur yang ada di bedengnya sayur pitsai, pakcoy, kol dan sedikit waktu lagi akan menanam tomat dan bawang merah.

Tambah Mama Dorkas hasil sayurnya di kebun, selain untuk dijual dan dimakan sendiri, juga dibawa ke gereja sebagai persembahan untuk dilelang dan dana hasil lelang untuk gereja.

 

 

Print Friendly, PDF & Email
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterEmail this to someone
Berita lainnya:close