
MaxFM Waingapu, SUMBA – Sebuah peristiwa penganiayaan berat yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan tiga lainnya mengalami luka-luka terjadi di sebuah rumah kos di Jalan Palapa, Kelurahan Matawai, Kecamatan Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, pada Kamis 18 Juni 2026 dini harisekitar PK 01.40 WITA. Insiden berdarah ini dipicu oleh perselisihan sepele yang dengan cepat memanas hingga berujung pada aksi pembacokan menggunakan parang .
Kapolres Sumba Timur AKBP Gede Harimbawa melalui Kabag Ops, AKP Bery B. Y. Nathaniel di tempat kejadian perkara Kamis 18 Juni 2026 siang menjelaskan, peristiwa nahas tersebut berawal sekitar pukul 01.00 WITA.
Beberapa pemuda yang baru selesai mengonsumsi minuman keras di kamar kos milik salah satu terduga pelaku, Agus, pergi memetik mangga milik warga di seberang jalan dengan cara melempar menggunakan batu, pemilik mangga, Margareth Christin Haba, yang mendengar bunyi lemparan keluar rumah dan mendapati seorang pemuda sedang memegang buah mangga,” jelas AKP Bery Nathaniel.
Teguran pun dilontarkan lanjut AKP Berry, dan bersamaan dengan itu datang tiga orang pemuda yang langsung menampar pemuda tersebut. Suasana mulai memanas ketika rekan dari pemuda yang ditampar mencoba melerai dan meminta agar temannya tidak dipukul. Namun, permintaan tersebut justru dibalas dengan makian, yang memicu cekcok antara kedua kelompok .
Kabag Ops Bery Nathaniel bilang, keributan sempat mereda beberapa menit, namun kembali tersulut ketika salah seorang dari kelompok pemuda berteriak dengan kata-kata kasar dan keluar dari kamar kos sambil membawa parang, penyewa kos, Agus, yang terbangun karena keributan berupaya menenangkan suasana, namun, nahas, ia justru menjadi sasaran pengeroyokan dan sempat ditendang di bagian perut .
Merasa tidak terima, Agus berlari ke dalam kamar kos yang disewanya dan mengambil parang. Begitu keluar, ia langsung mengayunkan senjata tajamnya ke arah korban bernama Kwee Tji Seng alias Ongko Jeri yang berada di depan kos, mengenai bagian leher hingga korban terjatuh dan meninggal dunia di tempat. Aksi tersebut membuat rekannya yang juga membawa parang menjadi berani dan mengejar serta menebas secara membabi buta, menyebabkan sejumlah korban lainnya terluka parah.
Kabag Ops AKP Bery Nathaniel menyatakan bahwa pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan. Petugas langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP), mengumpulkan alat bukti, dan memeriksa sejumlah saksi. Tim Gabungan Resmob Satreskrim bersama Satintelkam berhasil mengamankan empat orang yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut menambahkan barang bukti sudah disita.
Dari informasi yang dihimpun media ini korban meninggal dDunia atas nama Kwee Tji Seng alias Ongko Jeri (42 tahun), wiraswasta, alamat Kambajawa, Sumba Timur. Meninggal di lokasi kejadian.
Korban Luka Berat atas nama, Viktor Aprianto Bere Laka (42 tahun), Nathan Ju Dida (49 tahun), Sagryanto Meharangga (26 tahun), ketiga korban luka berat saat ini telah mendapatkan perawatan medis intensif di Rumah Sakit Imanuel Waingapu .
Kabag Ops AKP Bery Nathanaiel menyatakan bahwa, pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan. Petugas langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP), mengumpulkan alat bukti, dan memeriksa sejumlah saksi. Tim Gabungan Resmob Satreskrim bersama Satintelkam berhasil mengamankan empat orang yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut .
“Terduga pelaku AL alias Agus (40 tahun), warga Sumba Barat, ALB alias Joni (28 tahun), warga Sumba Barat sudah kami tahan dan dalam pemeriksaan, dan satu bilah parang khas Sumba yang diduga digunakan dalam aksi kekerasan ini turut disita sebagai barang bukti,” ungkap AKP Berry.
Hingga kini, para terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Polres Sumba Timur untuk proses hukum lebih lanjut. [HD]








