Scroll to Top
Pongamia, Pohon Masa Depan Penghasil Bio Avtur Mulai Dikembangkan SEH dan Terviva di Sumba Timur
Posted by maxfm on 21st April 2026
Presiden Direktur SEH Yusuf Reza Shahab dan Kevin Swanepoel dari Terviva Saat memberikan Penjelsan Kepada Awak Media di Desa Matawai Maringu Sumba Timur, Senin 20 April 2026 [Foto: Heinrich Dengi]

MaxFMWaingapu, SUMBA – PT SANTI Energi Hijau (SEH) bekerjasama dengan Terviva menyelenggarakan Groundbreaking (penanaman pertama) untuk Pilot Proyek Penelitian dan Pengembangan Pohon Pongamia pinnata sebagai Bahan Baku Biofuel di Lahan Marginal di Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur yang didukung penuh oleh pemerintah setempat pada Senin, 20 April 2026 di Desa Matawai Maringu.



Presiden Direktur SEH Yusuf Reza Shahab kepada awak media di lokasi groundbreaking menjelaskan, untuk penanaman Fase 1, SEH dan Terviva akan melakukan penanaman Pongamia seluas 25Ha.

“Pada fase 1 ini kami akan menggunakan bibit Pongamia lokal terpilih yang sebelumnya telah dilakukan penelitian bersama antara SEH dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mendapatkan bibit Pongamia lokal terbaik,” jelas Presiden Direktur SEH Yusuf Reza Shahab,

Yusuf menambahkan, di fase ini akan dilakukan pengamatan pertumbuhan tanaman di lahan marginal, metode penanaman yang efektif, dan juga hasil produksi buah yang akan menjadi bahan baku Biofuel.

“Pilot proyek ini akan mengolaborasikan pengalaman dan pengetahuan dari Terviva yang merupakan pionir untuk pemanfaatan pohon Pongamia dan juga SEH dan BRIN yang telah bekerjasama sejak 2021 untuk mengembangkan potensi pohon Pongamia asli Indonesia sebagai bahan baku biofuel,” tambahnya.



Lanjut dia rencana fase berikutnya juga akan melibatkan penanaman bibit unggul dari luar yang sudah dimiliki oleh Terviva. SEH dan Terviva juga merencanakan untuk ke tahap pengembangan yang lebih luas yang bisa mencapai target ribuan hektar di Sumba Timur di masa yang akan datang.

Sementara itu Kevin Swanepoel dari Terviva menjelaskan kepada wartawan rencana pengembangan Pongamia di Sumba akan dimulai pada skala awal 5 Ribu hektar jika uji coba ini berhasil akan dilanjutkan hingga 25 Ribu hektar.

“Tanaman ini memiliki potensi ekonomi yang signifikan bagi masyarakat lokal karena diproyeksikan menjadi sumber pendapatan baru melalui pemanfaatan lahan yang sebelumnya kurang produktif, tanaman ini sangat cocok ditanam di lahan-lahan kosong yang terbuka dan sulit ditanami komoditas lain karena keterbatasan air. Hal ini memungkinkan masyarakat untuk mengoptimalkan lahan yang selama ini tidak menghasilkan.

Selain itu Kevin Swanepoel bilang di lokasi tanam Pongamia akan dilakukan Integrasi dengan sektor peternakan.




“Daunnya mengandung minyak dan memiliki rasa pahit sehingga kemungkinan besar tidak akan dimakan oleh ternak seperti sapi atau kambing, dengan demikian, lahan di bawah tegakan pohon tetap dapat dimanfaatkan sebagai area penggembalaan tanpa merusak tanaman energi tersebut,” ujar Kevin Swanepoel dari Terviva.

Kevin Swanepoel juga menegaskan, hasil utama dari tanaman ini akan digunakan sebagai bahan bakar pengganti Avtur untuk pesawat terbang – bio avtur juga bisa jadi biodiesel, serta hasil sampingnya bisa dipakai untuk pakan ternak dengan kualitas yang tinggi. [HD]

Show Buttons
Hide Buttons