
MaxFM Waingapu, SUMBA – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Sumba Timur menggelar acara pelantikan dan konsolidasi Pengurus Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Sumba Timur (22 PAC) pada Senin, 10 Agustus 2026. Acara yang berlangsung khidmat ini menjadi momentum strategis bagi partai untuk memperkuat struktur organisasi hingga ke tingkat akar rumput.
Meskipun sejumlah pengurus tercatat berhalangan hadir karena kendala teknis, semangat persatuan dan kesamaan langkah perjuangan tetap menjadi fokus utama dalam pertemuan tersebut. Kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai seremonial pelantikan, tetapi juga sebagai wadah pendidikan politik bagi kader-kader di tingkat kecamatan.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumba Timur, Jhon David, dalam sambutannya menegaskan bahwa kekuatan partai sangat bergantung pada solidaritas dan kinerja pengurus di tingkat PAC.
“PAC adalah wajah terdepan partai di hadapan masyarakat. Kuatnya struktur di tingkat kecamatan menentukan kekuatan partai secara keseluruhan,” ujar Jhon David.
Melalui forum ini, partai kata Jhon David, menargetkan pencetakan kader-kader yang tidak hanya militan dan tangguh saat bekerja di lapangan, tetapi juga cerdas dalam berpikir serta memiliki komitmen moral yang tinggi.
Menurut Jhon David, pendidikan politik yang dijalankan PDI Perjuangan di Sumba Timur, bertujuan membekali para kader agar perjuangan partai selalu berpihak pada kepentingan rakyat.
Konsolidasi ini juga menjadi ajang penyusunan program kerja yang lebih terarah, teratur, dan bermanfaat bagi kemajuan masyarakat Sumba Timur. DPC PDI Perjuangan berkomitmen untuk menjadikan momen ini sebagai awal babak baru perjuangan yang lebih terorganisir demi mewujudkan kesejahteraan rakyat di Sumba Timur.
Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan Daerah DPD PDIP Nusa Tenggara Timur (NTT) Yunus Takandewa dalam kesampatan yang sama menegaskan partainya secara serius memasukkan orang-orang muda dalam kepengurusan partai, dari tingkat Nasional, Provinsi, Kabupaten hingga Anak Cabang di Kecamatan.
“Khusus untuk pengurus perempuan kini PDIP juga memperhatikan secara khusus dan membuka ruang selebar-lebarnya untuk perempuan terlibat aktif dalam partainya,” tegas Yunus Takandewa.
Yunus Takandewa bilang penerapan kuota 30% perempuan kini diberlakukan secara sangat ketat dan terkunci, berbeda dari aturan sebelumnya di mana keterwakilan perempuan hanya bersifat opsional yang bisa dipenuhi atau tidak. Aturan tegas ini diterapkan langsung dalam penyusunan daftar calon legislatif (caleg).
Jika kuota minimal 30% keterwakilan perempuan dalam daftar caleg tersebut tidak terpenuhi, maka seluruh caleg di daerah pemilihan (dapil) tersebut akan dinyatakan gugur. Kebijakan ini menuntut partai untuk melakukan pemetaan politik secara serius sejak dini dan menempatkan kader perempuan sebagai elemen krusial dalam pemenangan pemilu.
Ikut hadir dan memberikan pendidikan politik dalam acara ini Anggota DPR RI Komisi X, Stevano Rizki Adranacus dan Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Pareira [HD]








