Scroll to Top
39 Kasus Persetubuhan dan Pencabulan Terhadap Anak, Bupati Sumba Timur: Miris, Ini Adalah Fenomena yang Tidak Sehat
Posted by maxfm on 8th Agustus 2022
| 398 views
Bupati Sumba Timur Khristofel Praing [Foto: Heinrich Dengi]

MaxFM WAINGAPU – Kekerasaan terhadap perempuan dan anak di Sumba Timur dinilai sebagai sebuah malapetaka kemanusiaan yang harus dilawan.



Hal ini dikatakan oleh Bupati Sumba Timur, Drs. Khristofel Praing, M.Si dalam kegiatan peresmian Rumah Perlindungan dan puncak acara peringatan Hari Anak Nasional tahun 2022 di Waingapu, Kamis 4 Agustus 2022.

Bupati Khristofel Praing dalam sambutan menjelaskan selama dua tahun terakhir, kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah itu tergolong tinggi yakni sebanyak 98 kasus.

Selain itu kasus persetubuhan dan pencabulan terhadap anak selama kurung waktu 2021 hingga periode Januari sampai Juli 2022 sebanyak 55 kasus.

“Tentu ini sangat miris dan kita meyakini, ini adalah sebuah fenomena yang tidak sehat. Ini yang terlaporkan dan terendus, mungkin saja ada yang tidak berani melapor karena ini adalah aib,” jelasnya.




Menurut Bupati Khristofel Praing, kekerasaan terhadap perempuan dan anak bukanlah aib bagi para korban. Hal ini haru dilihat sebagai sebuah malapetaka kemanusiaan yang harus dilawan oleh semua pihak.

Dijelaskan Bupati Khristofel Praing, “Saya mau mau sampaikan bahwa kita harus membangunan pehamanan bersama secara keseluruhan, bahwa ini bukannlah sekedar aib tetapi malapetaka kemanusiaan yang harus dilawan dengan cara apapun. Siapapun di belakangnya harus dilawan.”

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons