

MaxFM, Waingapu – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Provinsi NTT ikut mendorong pertumbuhan ekonomi baru di sekolah-sekolah.
Pertumbuhan ekonomi baru ini dilakukan dengan cara mendorong pihak sekolah, para siswa hingga orang tua siswa untuk menggarap lahan-lahan pertanian milik sekolah yang dibiarkan tidur selama ini.
KepalaDinas P dan K Provinsi NTT, Linus Lusi, S.Pd., M.Pd. menyampaikan hal ini saat diwawancarai Radio Max 96.9 FM, Jumat (18/2/2022). Dijelaskannya pemanfaatan lahan-lahan sekolah ini untuk menanam jagung program TJPS.
Menurutnya dengan mengoptimalkan lahan-lahan pertanian yang tidak pernah digarap selama ini akan sangat membantu dalam menggerakkan roda ekonomi baru di lingkungan sekolah.
“Kita mau ubah konsep berpikir selama ini bahwa sekolah itu ada beban ekonominya, sekarang dari sekolah harus menghasilkan uang untuk kepentingan sekolah bahkan untuk keluarga,” tegasnya.
Linus Lusi menegaskan banyak SMK yang memiliki lahan pertanian namun hanya sekedar digunakan untuk lahan praktek untuk menyelesaikan kurikulum, saat ini harus benar-benar dimaksimalkan untuk dapat menghasilkan uang.