Scroll to Top
Camat Kota Waingapu Meninggal
Posted by maxfm on 21st Juli 2021
| 533 views
Jenasah almarhum Dionisius Randja Muda saat hendak dibawa dari RSKL ke rumah duka menggunakan mobil jenasah RSKL. (FOTO: ONI)

MaxFM, Waingapu – Camat Kota Waingapu, Dionisius Randja Muda, Alias Umbu Deni ditemukan meninggal dunia di rumah panggung milik orang tuanya di Kampung Haumara, RT 01, RW 01, Kelurahan Mauliru, Kecamatan Kambera, Selasa (20/7/2021). Umbu Deni memutuskan mengakhiri hidupnya tepat dua bulan meninggalnya istrinya, Maria Luna Woda.



Warga setempat yang menolak namanya disebut kepada awak media di sekitar rumah duka, Selasa (20/7/2021) menjelaskan korban belum pernah ke rumah orang tuanya sejak istrinya Maria Luna Woda (almh) meninggal karena terpapar Covid-19 pada 20 Mei 2021 lalu. “Baru hari ini dia (Dionisius Randja Muda) datang sini dan ternyata untuk pergi ikut istrinya,” jelasnya.

Kapolres Sumba Timur, AKBP Handrio Wicaksono, S.IK yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Selasa (20/7/2021) menjelaskan sekitar pukul 11.20 Wita korban menyuruh saksi Klemens Ngunju Ratu (17) dan Lukas Lunggihala (70) untuk menutup semua pintu dan jendela rumah panggung karena korban ingin beristirahat.




Selanjutnya korban meminta kedua saksi untuk pergi meninggalkannya sendiri di rumah dengan meminta kedua saksi pergi ke bengkel yang tidak jauh dari rumah panggung tempat korban meminta ditinggal sendiri dengan alasan ingin beristirahat.

Kedua saksipun menuruti permintaan almarhum dan pergi ke bengkel, dan setelah beberapa saat kemudian bapak kecil korban, Kornelis Kahar Jawarai (40) yang datang melewati bengkel dengan tujuan ke rumah panggung, sehingga sempat diperingatkan oleh Lukas untuk pelan-pelan jika ingin membuka pintu rumah karena almarhum sedang beristirahat di rumah panggung.




Namun setelah Kornelis tiba di rumah panggung, membuka pintu dan berhasil masuk ke dalam rumah, Kornelis tidak melihat almarhum dan hanya melihat sendal milik korban dan tikar yang tersimpan di ruangan tengah rumah panggung. Karenanya Kornelis kemudian memanggil Lukas untuk bersama-sama mencari korban yang kemudian keduanya mendapati korban dalam posisi tergantung di kamar bagian belakang rumah panggung dan muka sudah kehitaman sehingga diduga korban sudah tidak bernyawa lagi.

“Korban ditemukan gantung diri dengan mengenakan kemeja batik biru, celana kain hitam dan menggunakan tali nilon warna orange saat melalukan aksi bunuh diri nya,” jelas Handrio.

Selanjutnya Kornelis memberitahukan kejadian ini kepada saudari korban, Marieti Kaborang tentang peristiwa ini, sementara Kornelis mengambil parang untuk memotong tali yang digunakan korban untuk menggantung diri agar menurunkan jenasah korban dan menyimpan di balai-balai rumah untuk melakukan pertolongan pertama.



“Korban kemudian dilarikan ke RSKL dengan menggunakan kendaraan pribadi keluarga karena tidak bisa ditangani,” jelasnya.

Setelah sampai di RSKL sempat dilakukan pemeriksaan luar oleh dr. Lysa Agustin yang bertugas, namun korban diketahui sudah meninggal dunia sehingga langsung dipindahkan ke ruang jenasah untuk dibersihkan.



Pantauan media ini, Selasa (20/07/2021) ratusan sanak keluarga memadati halaman belakang ruang jenasah RSKL saat jenasah almarhum dimandikan hingga ikut mengantar jenasah almarhum ke Kampung Haumara, RT/RW 01/01, Kelurahan Mauliru, Kecamatan Kambera untuk disemayamkan dan dipersiapkan pemakamannya.

Ratusan warga Kelurahan Mauliru ikut menyatakan dukanya hingga menitikkan air mata mereka saat mobil ambulans yang membawa jenasah almarhum melintasi ruas jalan dari persimpangan Patung Buaya, Mau Hau ke arah kediaman almarhum di Mauliru.



Ratusan anggota keluarga yang sudah menanti di rumah duka juga tidak tahan saat mobil ambulans yang membawa jenasah almarhum tiba, sehingga suara tangis keluarga langsung pecah saat jenadah almarhum diturunkan dari mobil ambulans dan dibawa masuk ke ruang keluarga rumah tersebut.

Di kantong celana yang dikenakannya saat memutuskan mengakhiri didupnya, Umbu Deni menuliskan surat wasiat yang ditujukan kepada Kapolres Sumba Timur, dengan pesan agar tubuhnya jangan diautopsi karena dirinya sendiri yang memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.(ONI)

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons