Scroll to Top
ASN Boleh Ajukan Diri jadi Cakades
Posted by maxfm on 20th Juni 2021
| 641 views
Asisten I Setda Kabupaten Sumba Timur, Yacobus Yiwa, SH [Foto: Heinrich Dengi]

MaxFm, Waingapu – Apratur Sipil Negara (ASN) boleh mengajukan diri menjadi calon kepala desa (Cakades) dalam proses Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di 100 desa di Sumba Timur. Para ASN hanya perlu mengantongi surat izin cuti dari Bupati Sumba Timur agar bisa maju sebagai Cakades.



Asisten I Setda Kabupaten Sumba Timur, Yacobus Yiwa menyampaikan hal ini dalam talk show bersama Radio Max 96.9 FM, Jumat (18/6/2021) malam. Dijelaskannya selain ASN yang diijinkan aturan untuk ikut mengajukan diri jadi Cakades, aturan kali ini juga mengijinkan semua warga negara boleh mengajukan diri sebagai Cakades, selama yang bersangkutan memenuhi syarat pencalonan.

Selain ASN, Yiwa juga menjelaskan bahwa Pegawai Tidak Tetap (PTT) hingga warga masyarakat yang berdomisili di desa lain bahkan kecamatan lain yang ingin mengajukan diri sebagai Cakades di desa yang akan melakukan Pilkades tahun 2021 ini, bisa mengajukan diri dengan melengkapi dokumen-dokumen yang dipersyaratkan dan mendaftar ke panitia pemilihan tingkat desa.




“Aturan kali ini tidak lagi mewajibkan setiap calon harus berdomisili di desa tempatnya mencalonkan diri. Namun tetap membuat pernyataan untuk tinggal di desa selama memimpin jika terpilih,” jelasnya.

Namun kepada para ASN yang ingin mengajukan diri menjadi Cakades harus mengantongi surat persetujuan dari Bupati Sumba Timur yang mengijinkan yang bersangkutan mengajukan diri sebagai Cakades. Karena itu, jika belum mengantongi surat tersebut, Cakades dari unsur ASN tersebut harus ditolak keikutsertaannya oleh panitia pemilihan tingkat desa.




“Sudah ada beberapa yang mengajukan diri baik ASN maupun tenaga kontrak untuk menjadi Cakades, tetapi apakah ada yang sudah dapat izin dari pak bupati atau belum, saya belum tahu pasti,” jelasnya.

Mengenai syarat-syaratnya, mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Sumba Timur ini menambahkan syarat lainnya masih normatif sebagaimana dipersyaratkan dalam Pilkades tahun 2016 maupun 2018 lalu. Namun dengan diijinkannya ASN, tenaga PTT dan warga dari luar desa untuk mengajukan diri jadi Cakades, persaingan dalam Pilkades tahun 2021 ini dinilainya akan makin kompetitif.



“Calon dari luar desa juga tidak masalah karena persaingan akan makin baik, asal yang bersangkutan meyakini memiliki pendukung di desa, kalau tidak tentu tidak akan ajukan diri juga,” urainya.

Yacobus menambahkan tingkat pendidikan semua Cakades yang nantinya akan bertarung dalam Pilkades serentak di 100 desa yang sesuai jadwal akan dilakukan 25 Agustus 2021 mendatang minimal harus berijasah SMP/sederajat dan semuanya harus menyiapkan dan memaparkan visi-misi yang tentunya harus juga bersesuaian dengan visi-misi Pemerintah Kabupaten Sumba Timur, sehingga nantinya pembangunan yang dilakukan di desa ikut berkontribusi dalam pencapaian Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sumba Timur 2021-2026 mendatang.



“Pembangunan dari desa harus mendukung program di kabupaten, provinsi dan nasional, agar negara kita bisa bergerak maju lebih cepat dan seirama,” ungkapnya.

Mengenai Cakades incumbent yang mungkin akan menggunakan jajaran perangkat desanya untuk melakukan kampanye, Yacobus menguraikan masyarakat desa bisa menjadi pengawas pelaksanaan Pilkades ini sehingga bisa berjalan langsung, umum, bebas dan rahasia tanpa intimidasi dan intervensi dari pihak luar.



Bahkan sebagai komitmen pemberantasan korupsi dana desa, semua Cakades incumbent yang masih mau ikut bertarung harus mengantongi surat keterangan bebas temuan dari inspektorat daerah. Karena itu bagi Cakades incumbent yang tidak bisa menyelesaikan persoalan pertanggung jawaban APBDes dan tidak mendapatkan surat keterangan bebas temuan dari inspektorat, dipastikannya tidak akan diakomodir sebagai Cakades dalam Pilkades tahun 2021 ini.

Pilkades tahun 2021 ini menurut Yiwa masih dilaksanakan di tengah Pandemi Covid-19 sehingga semua Cakades selama proses sosialisasi hingga masa kampanye nantinya tetap diwajibkan untuk menaati protokol kesehatan dan jika ditemukan melanggar akan diberikan sanksi sesuai dengan tingkatan pelanggarannya mulai dari peringatan lisan, tertulis hingga menggugurkan yang bersangkutan sebagai Cakades.




“Mulai dari panitia tingkat kabupaten, kecamatan, sampai ke desa kita libatkan petugas Satgas Covid-19 untuk memastikan pelaksanaan protokol kesehatan berjalan baik selama proses Pilkades berlangsung,” jelasnya.

Diharapkannya situasi keamanan selama proses Pilkades tahun 2021 yang terjadi di 21 dari 22 kecamatan di Sumba Timur ini bisa terjaga dan bisa menghasilkan Kades-Kades yang berkualitas sehingga pembangunan di Sumba Timur bisa bergerak lebih cepat dari desa-desa.

“Aparat keamanan juga kita libatkan dari forkopimda, kecamatan sampai ke tingkat desa. Jadi kita harapkan semuanya berjalan dengan baik nantinya” harapnya.



Mengenai proses pendaftaran Yacobus mengaku sudah akan dimulai sejak Senin (21/6/2021) hingga Minggu (27/6/2021). Kemudian akan dilanjutkan dengan masa ferivikasi data bakal calon hingga penetapan calon dan pemilihan yang akan dilaksanakan Rabu (25/8/2021) mendatang.

“Hasilnya pasti akan langsung diketahui pada hari pemilihan, jadi kita harapkan semua berjalan aman dan lancar,” tandasnya.(TIM)

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons