Scroll to Top
Mengandung Ecoli, Tim WASH Stimulant Institut Kaporisasi Sumur Warga
Posted by maxfm on 22nd Mei 2021
| 434 views
Tim WASH Stimulant Institut bersihkan sumur warga sebelum dilakukan kaporisasi.(FOTO:ONI)

MaxFm, Waingapu – Tim WASH dari Stimulant Institute melakukan kaporisasi terhadap sumur warga yang tercemar akibat banjir bandang April 2021 lalu. LSM lokal Sumba Timur ini bermitra dengan Save The Children dalam melakukan kaporisasi sumur warga terdampak banjir bandang ini.




Tim WASH Technical Assistant Emergency Response Stimulant Institut ini beranggotakan empat orang yakni Hendri Heni Tiala, Ferdinan Ndawa Lu Remindima, Stepanus H. Hambabandju, dan Victor Alex Udju. Karena itu dalam melakukan kaporisasi sumur-sumur warga yang ada di Kelurahan Mauliru, Kecamatan Kambera dan juga Desa Watuhadang, Kecamatan Umalulu mengajak serta partisipasi warga masyarakat setempat.

Sebelum melakukan kaporisasi sumur warga, tim WASH terlebih dahulu meminta persetujuan warga pemilik sumur untuk dilakukan kaporisasi.

“Setuju atau tidak setuju, pemilik sumur tanda tangani pernyataan nya untuk jadi pegangan kami,” jelas Hendri.




Selanjutnya bagi warga masyarakat yang setuju sumurnya dikaporisasi dipersilahkan mengambil air untuk kebutuhan selama 1×24 jam setelah kaporisasi dilakukan, karena air sumur tidak boleh dikonsumsi selama 1×24 jam pasca dilakukan kaporisasi.

“Kita tempel kertas agar masyarakat tahu air sumurnya tidak boleh dikonsumsi selama satu hari,” ungkapnya.

Hendri menjelaskan kaporisasi sumur ini merupakan tindak lanjut yang dilakukan pihaknya setelah bergotong royong bersama dengan warga masyarakat pemilik sumur dan pemanfaat sumur melakukan penyedotan sumur pasca banjir bandang lalu yang menyebabkan banyak sumur warga terendam lumpur.



Dijelaskannya program ini lahir pasca bencana banjir bandang dan Badai Siklon Tropis Seroja lalu. Dimana selain program WASH juga ada program learning yang dilakukan untuk anak-anak sekolah yang menjadi korban bencana ini, dan dilakukan di lingkungan tempat anak-anak.

“Kita lakukan pendataan sejak tanggal 17 April, dan langsung bekerja (sedot sumur) bersama masyarakat setelah datanya terkumpul,” ungkap Hendri.




Dijelaskannya untuk kegiatan WASH ini hanya dilakukan oleh empat orang dengan tujuan untuk tetap membangun semangat gotong royong dengan warga masyarakat pemilik sumur maupun pemanfaat.



“Di situasi bencana seperti ini kita harus tetap bersama agar bisa melewatinya. Jadi intinya kami membantu masyarakat dengan apa yang bisa kami lakukan, tanpa mengabaikan masyarakat,” ungkap Ferdinan.

Dalam proses penyedotan sumur tersebut menurut Ferdinan jika lumpurnya terlalu tebal sehingga tidak dapat disedot secara langsung, digunakan batu yang dimasukkan ke dalam karung lalu diturunkan menggunakan tali dan dihempaskan ke lumpur agar mencair dan dapat disedot keluar.

“Kalau tetap belum bisa, pemilik sumur yang masuk ke dalam sumur,” jelasnya.



Setelah dilakukan penyedotan sumur dan dimanfaatkan kembali oleh warga, pihaknya mendapatkan keluhan dari warga kalau air sumurnya memiliki aroma yang kurang sedap dan rasa yang berbeda dibandingkan sebelum banjir, sehingga pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Timur untuk melakukan pemeriksaan kandungan ecoli yang hasilnya semua positif.

“Totalnya 80 sumur positif mengandung ecoli sehingga kita lanjutkan dengan kaporisasi,” ungkapnya.




Diharapkannya setelah dilakukan kaporisasi sumur-sumur warga yang ada di Mauliru maupun di Desa Watuhadang bisa kembali dikonsumsi masyarakat dengan kualitas yang baik dan tidak menimbulkan masalah ikutan terutama masalah pencernaan karena air sumur yang tercemar.(ONI)

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons