Scroll to Top
BMKG Minta Warga Pesisir Waspadai Banjir Rob
Posted by maxfm on 4th April 2021
| 605 views
Ayu (11 th.) anak dari Chainul Baria mencuci pakaian keluarganya memanfaatkan air dari banjir ROB, Rabu (31/03/2021) [Foto: Heinrich Dengi]

MaxFM, Waingapu – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kupang menghimbau masyarakat Sumba Timur dan Sumba umumnya yang berada di pesisir dengan dataran rendah untuk mewaspadai banjir rob. Kewaspadaan ini perlu dilakukan karena hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi masih akan mengguyur wilayah Pulau Sumba hingga Mei mendatang.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Umbu Mehang Kunda Waingapu, Elias Limahelu menyampaikan hal ini melalui sambungan telepon dengan Radio MaxFm Waingapu, Sabtu (3/4/2021). Dijelaskannya update prakiraan cuaca di wilayah Sumba terus diperbarui pihaknya sesuai dengan hasil pemantauan suhu udara maupun tingkat kelembaban air laut.



“Kita update untuk setiap tiga hari, biar masyarakat bisa mengikutinya,” jelasnya.

Elias menambahkan kondisi La Nina ini diperkirakan masih akan berlanjut karena berdasarkan hasil pemantauan BMKG terdapat fenomena Madden-Julian Oscilation (MJO) yang terpantau aktif di sebagian wilayah Indonesia bersamaan dengan fenomena gelombang Kelvin dan Ekuatorial yang dapat berkontribusi pada peningkatan awan hujan.



Kondisi ini menurut Elias patut diwaspadai oleh masyarakat terutama yang berada di dataran rendah karena meningkatnya curah hujan dapat mengakibatkan banjir bandang maupun banjir rob di wilayah pesisir.

“Masyarakat kita himbau untuk jangan dulu melaut, karena sudah ada korban beberapa hari lalu di Laipori,” jelasnya.




Ditambahkannya masyarakat yang bermukim di daerah perbukitan yang rawan longsor juga diminta untuk tetap waspada karena tingginya curah hujan dalam sepekan terakhir dapat juga mengakibatkan terjadinya longsor. “Struktur tanah akan mudah longsor saat hujan lebat dalam kurun waktu yang lama,” ungkapnya.

Elias juga menjelaskan hujan deras yang terkadang disertai angin kencang dan petir saat ini menandakan bahwa saat ini wilayah NTT dan Sumba juga sudah masuk dalam masa pancarobah menjelang musim kemarau. Karena itu memang dapat terjadi bencana dan harus selalu diwaspadai. Dimana menurutnya terdapat tiga masa yang perlu diwaspadai di setiap tahun yakni masa pancarobah saat akan memasuki musim penghujan, puncak musim penghujan dan juga masa pancarobah menuju musim kemarau.



“Saat ini kita sudah berada di masa pancarobah menuju musim kemarau, sehingga perlu kita waspadai,” tandasnya.(TIM)

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons