Scroll to Top
DAU-DAK Sumba Timur Dipangkas Rp 25 Miliar
Posted by maxfm on 4th Maret 2021
| 827 views
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Sumba Timur, Umbu N. Wohangara [Foto: Domumentasi Pribadi]

MaxFM, Waingapu – Pemerintah Pusat melakukan pemotongan Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang sudah ditetapkan ke daerah-daerah termasuk Kabupaten Sumba Timur yang terkena potongan sebesar Rp 25 Miliar lebih. Rinciannya dari DAU dipotong Rp 19 Miliar lebih, dan Rp 6 Miliar lebih dipotong dari DAK.



Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Sumba Timur, Umbu N. Wohangara mengatakan dengan pemotongan DAK dan DAU dari pemerintah pusat ini, pihaknya sedang mencermati alokasi anggaran yang sudah ditetapkan bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumba Timur dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sumba Timur akhir tahun 2020.

“Kita masih lihat untuk menyesuaikan dari pos anggaran mana yang bisa kita keluarkan dan itu masih dilakukan di setiap Perangkat Daerah (PD),” kata Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Sumba Timur, Umbu N. Wohangara ketika ditemui di lobi kantornya, Selasa (2/3/2021)..

Dijelaskannya penyesuaian kembali anggaran ini merupakan langkah kedua yang harus dilakukan PD di Kabupaten Sumba Timur karena sebelum adanya pemotongan DAU-DAK dari pemerintah pusat, pemerintah Kabupaten Sumba Timur juga diminta untuk melakukan realokasi anggaran guna memberikan perhatian lebih pada pencegahan dan penanganan Covid-19 Kabupaten Sumba Timur.



“Sesuai surat edaran Gubernur NTT, kita wajib menganggarkan Rp 30 Miliar untuk penanganan Covid-19, dan kita sudah dapat Rp 22 Miliar lebih untuk ditambah dengan Rp 10 Miliar yang sudah kita alokasikan sebelumnya,” jelasnya.

Namun dengan adanya pemotongan DAU-DAK ini, pemerintah melalui setiap PD harus kembali melakukan penyesuaian-penyesuaian untuk bisa mendapatkan lagi tambahan anggaran untuk penanganan Covid-19 di Kabupaten Sumba Timur.

“Kita mesti cari lagi dan lihat mana yang masih bisa ditiadakan. Karena tidak bisa asal potong atau hapus saja program yang sudah ada,” tegasnya.




Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumba Timur, Domu Warandoy, SH., M.Si yang dikonfirmasi secara terpisah di ruang kerjanya membenarkan adanya pemotongan DAU-DAK dari pemerintah pusat untuk Kabupaten Sumba Timur yakni sebesar 3,9 persen sehingga nilainya ada pada kisaran Rp 19 Miliar lebih untuk DAU.

Menurutnya setiap PD sudah diminta untuk melakukan pemotongan anggaran pada mata anggaran perjalanan dinas, makan minum maupun Alat Tulis Kantor (ATK) untuk memenuhi apa yang diatur dalam peraturan Gubernur NTT tentang kewajiban realokasi anggaran untuk percepatan penanganan Covid-19 di Provinsi NTT.




Namun dengan adanya pemotongan DAU-DAK ini, pihaknya perlu melakukan penyesuaian kembali dan itu harus dilakukan dengan lebih teliti agar tidak sampai mengorbankan program dan kegiatan yang sudah diprogramkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat secara langsung.

“Kita menjadi sulit saat ini (saat pandemi) tetapi kita tidak boleh sampe mengorbankan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Jadi harus kita lakukan secara cermat,” ungkapnya.

Terkait penanganan Covid-19 sendiri Warandoy mengaku kerja sama dengan Yayasan Satria Budi Dharma Setia (SBDS) Jakarta sudah dipastikan pihak yayasan akan membantu Pemkab Sumba Timur dengan Laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) Mobile yang dalam komunikasi terakhir laboratorium PCR Mobile tersebut akan diproses kirim ke Waingapu paling lambat dua bulan, sehingga diharapkan bantuan tersebut sudah tiba di Waingapu akhir Maret atau awal April 2020 ini.




“Kita harapkan segera tiba sehingga kita bisa melakukan pemeriksaan secara rutin dengan jumlah sampel yang banyak sehingga mempermudah penanganan nya,” harapnya.(ONI).

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons