Scroll to Top
Mengapa Minat Baca Menurun?
Posted by Frans Hebi on 20th Februari 2021
| 696 views
Frans W. Hebi, Wartawan Senior, Budayawan, Narasumber Tetap Acacra Bengkel Bahasa Radio MaxFM [Foto: Heinrich Dengi]

MaxFM, Waingapu – Seandainya orang merasa yakin bahwa kepandaian itu hampir seluruhnya diperoleh dari hasil membaca, pasti orang akan keranjingan membaca. Ungkapan klasiknya orang akan menjadi kutu buku. Tapi rupanya tidak diyakini sehingga banyak orang yang tidak mau meraba buku. Secara ekstrim dikisahkan oleh Agus Setiawan dalam buku The Art of Reading, seorang sarjana yang baru saja lulus mengepak buku-buku kuliahnya yang sudah menumpuk selama 8 semester dan bersumpah tidak akan membaca buku lagi.




Sikap sarjana tadi sangat memprihatinkan. Timbulnya ungkapan pseudo intelek (sarjana gadungan), salah satu penyebabnya adalah sikap seperti ini. Selesai kuliah berarti berakhir pula masa belajar. Padahal ada ungkapan, belajar seumur hidup dan tidak hanya slogan bombastis karena secara fakta diakui kebenarannya.

Kalau kita mengamati, masyarakat sekitar, berapa orangkah yang suka membaca? Kecuali siswa/siswi. Itu pun karena esok ada ujian (US/UN). Sesudah itu mereka tidak raba buku lagi bahkan menjadi momok. Mereka lebih menyenangi hal-hal yang tidak produktif seperti nongkrong di deker, ngobrol yang tidak menentu, nonto TV tidak kenal waktu, main game, lebih parah lagi kalau bikin huru hara yang berakibat fatal.

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons