Scroll to Top
Lima Pegawai Lapas Waingapu Positif RDT-Ag
Posted by maxfm on 26th Februari 2021
| 536 views
Petugas Lapas Kelas IIA Waingapu saat menyemprotkan disinfektan dalam Lapas. (Foto: Istimewa)

MaxFM, Waingapu – Sebanyak lima pegawai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Waingapu yang ikut memeriksakan diri, Rabu (24/2/2021) dinyatakan positif Rapid Diagnostic Test Antigen (RDT-Ag). Kelima pegawai Lapas Kelas IIA Waingapu ini kemudian diputuskan untuk melakukan karantina mandiri di tempat tinggal masing-masing hingga 14 hari ke depan.



Kepala Lapas Kelas IIA Waingapu, Seno Utomo, SH, M.Si ketika dhubungi per telepon Kamis (25/2/2021) mengatakan semua pegawai Lapas Kelas IIA Waingapu sudah menjalani pemeriksaan RDT-Ag dan hanya lima orang yang hasilnya positif dan langsung dilakukan karantina mandiri.

“Pegawai saya empat orang, sedangkan satu orang lainnya adalah pegawai Bapas (Badan Pemasyarakatan) dari Waikabubak yang diperbantukan kesini (Waingapu, Red),” kata dia.

Walau demikian, menurut Seno kelima pegawai yang hasil RDT-Ag nya positif dalam pemeriksaan tersebut semuanya tidak menunjukkan gejala sedang hingga berat, sehingga semuanya dikategorikan sebagai orang tanpa gejala.

“Tidak ada yang dengan gejala berat, hanya ada yang demam atau batuk pilek jadi diputuskan karantina mandiri,” jelasnya.



Seno menambahkan, untuk memastikan Lapas Kelas IIA Waingapu bebas dari paparan Covid-19, pihaknya langsung melakukan penyemprotan disinfektan di semua ruangan kantor dan blok pemasyarakatan di Lapas Kelas IIA Waingapu, sebagai bagian dari penegakan pelaksanaan protokol kesehatan.

Seno menuturkan penegakan protokol kesehatan di Lapas Kelas IIA Waingapu sudah dilakukan sejak Sumba Timur dinyatakan masuk zona merah penyebaran Covid-19 tahun lalu. Di Lapas Kelas IIA Waingapu pihaknya menyediakan kelengkapan pelaksanaan prokes yakni tempat cuci tangan dan sabun, hand sanitiser, penyemprotan disinfektan secara berkala hingga menyediakan blok khusus untuk tahanan atau nara pidana baru yang masuk ke Lapas Kelas IIA Waingapu.



“Tahanan hakim atau pengadilan saja yang kami terima untuk dititipkan disini (Lapas Kelas IIA Waingapu) sambil menjalani proses persidangan. Namun itu juga harus membawa surat keterangan hasil RDT-Ag negatif atau hasil TCM/RT-PCR negatif. Tetapi tetap harus menjalani masa karantina selama 14 hari di blok yang kami sediakan khusus untuk tahanan atau nara pidana baru,” ungkapnya.

Seno juga menegaskan setelah tahanan pengadilan diterima masuk ke Lapas Kelas IIA Waingapu, tahanan tersebut tidak lagi diperkenankan untuk mengikuti persidangan lanjutan kasusnya secara langsung, karena itu pihak Lapas menyediakan tempat khusus agar tahanan dapat mengikuti persidangan secara online.

Tambah Seno lagi, karena ada pegawainya dinyatakan positif RDT-Ag, dirinya sudah berkoordinasi dengan Dinkes Sumba Timur dan Posko percepatan penanganan Covid-19 Sumba Timur untuk bisa memantau kondisi kesehatan sfatnya secara berkala.




Untuk diketahui Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi G. Sadikin dalam Surat Keputusan Menteri Kesehatan KMK Nomor HK.01.07/Menkes/446/2021 tertanggal 8 Februari 2021 lalu telah menetapkan RDT-Ag sebagai salah satu metode dalam pemeriksaan Covid-19 untuk pelacakan kontak, penegakan diagnosis, dan skrining Covid-19 dalam kondisi tertentu. (ONI)

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons